Advertisement
Hujan Deras Sebabkan Longsor Enam Titik di Gunungkidul
Kondisi rumah yang rusak karena tertimpa tanggul yang longsor di Girisubo, Rabu (28/11/2018). - Ist/Dok Warga
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi Senin (21/1/2019) malam hingga Selasa (22/1/2019) malam menyebabkan setidaknya enam lokasi longsor di Gunungkidul.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul talut jalan di Dusun Ngampelombo, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, selain mengakibatkan akses jalan terganggu, material tanah dan batu juga merusak lahan jagung milik warga. Kemudian di Dusun Geger, Pengkol, Nglipar, tanah longsor menyebabkan rumah milik, Jumingan rusak pada bagian temboknya ambrol akibat material tanah dan batu. Keluarga mengungsi di tempat saudaranya menunggu pembersihan material.
Selain itu di Buyutan, Ngalang, Gedangsari, ada empat kejadian longsoran, antar lain mengenai Mushola Al Hidayah mengakibatkan dinding jebol. Kemudian jalan dusun tertutup tebing dengan panjang 10 meter dan tinggi sekitar 30 meter longsor menutup jalan dusun dengan ketebalan tanah sekitar satu meter. Longsor juga terjadi di samping rumah milik Mariyah dengan panjang sekitar lima meter dan tinggi empat meter longsong mengenai dinding disamping rumah dan mengenai satu sepeda motor pemilik rumah.
Advertisement
Sedangkan longsor yang terjadi pada hari Rabu (23/1/2019) menyebabkan rumah milik Supardi tertimpa material longsor. Material longsor tidak hanya tanah juga membawa pohon menyebabkan rumah Supardi rusak. "Saat ini sudah dilakukan tindakan oleh Tim Reaksi cepat (TRC) untuk membantu warga membersihkan material dan juga mengirimkan logistik permakanan," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki pada Rabu (23/1/2019)
Ia mengatakan bantuan perbaikan jalan dan rumah terkena dampak, pihaknya akan melakukan pendataan. Nantinya akan dilihat siapa yang akan membantu perbaikan, karena jika dibebankan oleh BPBD maka dananya tidak akan mencukupi. "Anggaran kita terbatas, jadi nanti akan kita data terlebih dahulu,"ucapnya.
BACA JUGA
Gunungkidul memiliki tujuh kecamatan yang rawan longsor yakni Purwosari, Gedangsari, Patuk, Nglipar, Ngawen, Semin dan sebagian Ponjong. Jika merujuk data bencana longsor pada tahun 2017, ada empat kecamatan dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni, Gedangsari, Nglipar, Patuk dan Ponjong. Adapun kejadian Di Gedangsari ada 34 kejadian, Patuk dan Nglipar 14 kejadian kemudian Ponjong 23 kejadian. Ada juga longsor di Tepus, Semin, Karangmojo tapi intensitasnya kecil.
Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, EWS telah dipasang di 30 titik.
Peringatan yang nantinya muncul diharapkan dapat segera direspon oleh masyarakat. Ada dua buah EWS longsor di desa Tegalrejo dan Watugajah, Kecamatan Gedangsari mengalami rusak ringan yaitu ada kerusakan pada aki. Pentingnya EWS dipasang terutama di lokasi yang banyak permukiman, seperti di Mongkrong, Sampang, Kecamatan Gedangsari EWS masih terpasang dan berfungsi dengan potensi keretakan selebar 40 meter.
"Jika terjadi longsor di Mongkrong berpotensi menimbun rumah penduduk dan jalan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Dalami Komunikasi Bank BJB dan Ridwan Kamil di Kasus Korupsi Iklan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Ngaku Polisi Saat Beraksi, Begal Motor Diringkus di Pundong Bantul
- Disdukcapil Bantul Catat Paranormal hingga Tabib di Kolom KTP
- Gunungkidul Tunggu Izin Kemendagri untuk Pemilihan Lurah 2026
- Empat Pemuda Mabuk Curi Motor di Pleret, Satu Masih Buron
- Kuota Penonton PSIM Jogja vs Persis Solo Naik Jadi 9.000 Orang
Advertisement
Advertisement



