Transmigrasi 2019 Sasar 4 Lokasi

Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi - dok
26 Januari 2019 10:00 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo membuka program transmigrasi untuk 15 kepala keluarga pada 2019 ini dengan menyasar empat lokasi penempatan transmigran.

Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kulonprogo Mardiwiyono mengatakan kantornya tahun ini baru mengalokasikan empat lokasi untuk transmigrasi. Ditargetkan pada Februari 2019, tim Disnakertrans akan menyurvei lokasi-lokasi yang dijadikan penempatan transmigran.

Keempat lokasi itu yakni Kabupaten Simeulue, Aceh; Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara; Kabupaten Muna, Sulawesi Barat; serta Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Berkaca pada pelaksanaan transmigrasi di tahun-tahun sebelumnya, ke-15 KK tersebut kemungkinan bisa diberangkatkan pada akhir tahun. Sebelumnya, Disnakertrans terlebih dulu menggelar sosialisasi guna menjaring warga agar berminat ikuti program transmigrasi.

“Segera ada tahapan sosialisasi komunikasi ke masyarakat. Terjun langsung ke masyarakat kira-kira pada Februari sampai Juli,” ungkap Mardiwiyono kepada Harian Jogja, Jumat (25/1/2019). Setelah ada pendaftar, Disnakertrans menggelar seleksi sebelum diputuskan 15 KK yang berhak ikut transmigrasi.

Menurut Mardiwiyono, peminat transmigrasi di Kulonprogo sangat banyak sementara jumlah KK per tahunnya yang diberangkatkan hanya sedikit. Ada sekitar 165 orang tahun lalu yang ingin cari tahu terkait dengan transmigrasi sehingga diperkirakan yang mendaftar besok pasti lebih dari 15 warga.

Kepala Seksi Penempatan dan Perlindungan Disnakertrans Kulonprogo Subakir menuturkan setelah ditentukan 15 KK yang berhak mengikuti pelaksanaan transmigrasi, maka akan diberikan pelatihan terlebih dahulu.

Nantinya di tempat transmigrasi tersebut, 15 KK akan mendapatkan fasilitas berupa lahan seluas dua hektare. “Kami berikan pembekalan dan persiapan sebelum nanti diberangkatkan. Apabila ada permasalahan pada transmigran nantinya, maka harus ada kordinasi baik daerah asal maupun daerah penempatan, agar transmigran itu mendapat bantuan,” ujarnya.