Paguyuban Hakka Ikut Kenalkan Kebudayaan Jogja

Ketua Paguyuban Hakka Yogyakarta periode 2018-2021 Rusmin./Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
31 Januari 2019 09:32 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Paguyuban Hakka Yogyakarta memiliki komintmen untuk ikut mengenalkan kebudayaan DIY dan mempromosikan potensi wisata yang ada di DIY. Hal itu disampaikan ketika audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Jogja, Selasa (29/1).

Ketua Paguyuban Hakka Yogyakarta periode 2018-2021 Rusmin mengatakan kunjungan ke Kepatihan juga bertujuan memperkenalkan kepengurusan Paguyuban Hakka Yogyakarta yang baru. "Dalam kesempatan itu, kami juga sampaikan beberapa program yang akan kami lakukan dan program apa yang sudah dicapai oleh Paguyuban Hakka," ujar dia ketika ditemui di Kepatihan, Selasa.

Rusmin mengatakan Paguyuban Hakka Yogyakarta memiliki kepedulian untuk kegiatan sosial. Berbagai kegiatan sosial seperti donor darah pun kerap dilakukan. "Selama tiga tahun belakangan ini, Hakka telah memberikan 1.500 kantong darah untuk PMI [Palang Merah Indonesia]," kata dia.

Selain itu, Paguyuban Hakka Yogyakarta juga memiliki komitmen untuk mengangkat budaya lokal DIY ke panggung internasional. Hal itu telah dilakukan melalui keikutsertaan perwakilan Amoy Hakka Yogyakarta Michelle Hibono dalam ajang Hakka Amoy International di Meizhou, Tiongkok.

"Di sana kami melakukan promosi untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan ke DIY. Ke depan kami bertekad untuk ikut mempromosikan wisata DIY dan ada wacana kami akan bikin Miss Hakka Asia Pasific. Kami minta restu," tutur dia.

Selain mengenalkan potensi wisata, Paguyuban Hakka Yogyakarta juga ingin mengenalkan suasana harmonis yang istimewa di DIY. "Kita bergaul semua hampir tidak ada beda-beda. Itu yang akan dipertontonkan ke masyarakat Indonesia dan internasional kalau ada kesempatan melalui persaudaraan Hakka," terang dia.

Amoy Hakka Yogyakarta Michelle Hibono mengungkapkan selama mengikuti kompetisi ia semakin bisa mengembangkan potensi diri. Ia juga ikut memperkenalkan budaya Indonesia khususnya DIY. "Sepulang ke Indonesia, saya menjadi bagian dari putra putri Hakka yang aktif dalam berbagai kegiatan untuk menyebarkan semangat melestarikan budaya," ungkap dia.