Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi BPJS Kesehatan./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo mendesak eksekutif untuk segera memverifikasi data penerima bantuan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Penyebabnya, di Kulonprogo ditemukan 70.929 warga nonmiskin masuk dalam daftar penerima. Komisi IV mendapatkan temuan itu berdasarkan data milik Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi mengungkapkan data Dinsos P3A menyebutkan sebanyak 242.080 jiwa warga miskin telah masuk kuota BJPS Kesehatan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara melalui program Jaminan Kesehatan Nasional.
Jumlah itu belum termasuk kuota BPJS Kesehatan dari anggaran pendapatan belanja daerah sebanyak 55.000 jiwa. “Total BPJS Kesehatan dari APBN dan APBD sebanyak 292.000 jiwa,” paparnyam Senin (4/2/2019).
Di data lainnya, Basis Data Terpadu (BDT) miskin di Kulonprogo sebanyak 227.000 jiwa, yang berarti jumlahnya sudah tercukupi dengan kuota BPJS Kesehatan yang tersedia. Namun, ternyata di lapangan terdapat warga nonmiskin yang masih masuk dalam kuota BPJS Kesehatan sebanyak 70.929 jiwa.
Karena itu, Komisi IV meminta Pemerintah Kabupaten dan provinsi meminta kejelasan secara hukum. “Perlu ada pemutakhiran data yang tidak miskin dihapus dari kuota BPJS Kesehatan,” papar Hamam.
Kepala Dinsos P3A Kulonprogo Eka Pranyata saat dimintai konfirmasi mengakui jika masih ada warga nonmiskin yang mendapat BPJS Kesehatan. Jumlahnya juga sama, yakni 70.292 jiwa.
Dalam waktu dekat Dinsos P3A akan mengupayakan verifikasi data bagi warga nonmiskin yang mendapat BPJS Kesehatan supaya digantikan warga miskin yang lebih membutuhkan. “Dinsos akan memverifikasi agar warga lain yang lebih membutuhkan bisa tercakup,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.
RD Kongo umumkan skuad Piala Dunia 2026, Yoane Wissa jadi andalan. Simak daftar lengkap pemainnya di sini.