21 TPS di Kulonprogo Masuk Kategori Rawan

Ilustrasi Pemilu. (JIBI)
11 Februari 2019 20:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Sebanyak 21 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di enam kecamatan di Kulonprogo dinilai rawan berdasarkan tiga indikator kerawanan yang telah ditetapkan Polres Kulonprogo.

Kabag Ops Polres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan mengatakan ke 21 TPS itu berada di Kecamatan Galur, Temon, Wates, Samigaluh, Kalibawang dan Girimulyo. Tiap-tiap TPS memiliki jenis kerawanan berbeda, antara lain rawan karena faktor geografis, sejarah konflik pemilu di masa lalu dan banyaknya jumlah caleg di satu kawasan. Namun demikian ia enggan menyebutkan detail lokasi ke 21 TPS tersebut.

Sudarmawan mengatakan untuk TPS yang rawan karena faktor geografis banyak ditemui di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang dan Girimulyo. Penyebabnya akses menuju ke TPS harus melewati medan yang sulit mengingat ketiga kecamatan itu didominasi wilayah perbukitan. Dengan kondisi itu riskan terjadi kecelakaan, terutama saat KPU melakukan pendistribusian logistik pemilu.

Sebagai langkah antisipasi Polres Kulonprogo akan mengawal pendistribusian logistik pemilu secara hati-hati untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan. "Kami juga pastikan dua hari sebelum pemilu dimulai logistiknya sudah didistribusikan oleh KPU, hal ini untuk menghindari adanya halangan di jalan yang bisa menghambat pemilu, kami kawal bersama rekan TNI," ucap Sudarmawan, Minggu (10/2/2010)

Untuk TPS yang rawan terjadi konflik karena memiliki sejarah perseteruan di pemilu edisi sebelumnya serta banyaknya caleg di salah satu kawasan, jamak ditemui di wilayah Kecamatan Galur, Temon dan Wates."Yang pasti memang ada dan kami sudah menyiapkan langkah antisipasi, petugas pengamanan di TPS rawan ini tentunya akan lebih banyak dibandingkan TPS lainnya," kata Sudarmawan.

Sedangkan untuk wilayah kurang rawan jumlah personil yang diterjunkan hanya dua polisi yang berpatroli di 10 TPS. Sementara jika di kawasan rawan, maka dua personil ditugaskan menjaga satu TPS. Penjagaan ini dilakukan penuh sejak pagi atau saat sebelum pencoblosan hingga usai penghitungan suara. "Kami kawal sepenuhnya, ini juga tetap dibantu TNI dan Linmas setempat," ujarnya.

Polres Kulonprogo sejak akhir 2018 lalu telah menyiapkan 1.100 personel untuk mengantisipasi terjadinya gesekan dalam Pemilu dan Pilpres 2019. Sebanyak 274 di antaranya difokuskan dalam penanganan wilayah rawan, termasuk dalam pembinaan dan sosialisasi bersama dengan para Babinkamtibmas. “Kami akan melihat situasi ke depan. Setidaknya untuk antisipasi, kami sudah sosialisasi,” kata Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution.

Dia menyebut daerah yang berada di sekitar pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), relokasi warga terdampak NYIA dan tambang besi menjadi sejumlah titik yang mendapat prioritas. Namun secara umum kondisi masyarakat sudah kondusif, tinggal mengoptimalkan sosialisasi dan pendekatan kepada tokoh agama dan masyarakat.

Wilayah perbatasan, ia menyebut masih tergolong aman. Menjelang pelaksanaan pemilu, jajarannya memastikan tpsberkoordinasi bersama polres wilayah perbatasan, seperti Polres Magelang, Purworejo, Bantul dan Sleman.Pengamanan Pemilu 2019 di Kulonprogo juga menjadi tugas Kodim 0731 Kulonprogo. Komandan Kodim 0731 Kulonprogo, Letkol Inf Dodit Susanto mengatakan pihaknya telah siap membantu menjaga kondusifitas selama pencoblosan berlangsung dengan menerjunkan 30 anggotanya untuk berpatroli.