DKP DIY Siapkan Rp2,4 Miliar untuk Pembudidaya Ikan

Ilustrasi budi daya ikan - JIBI
12 Februari 2019 14:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY tahun ini menyiapkan anggaran hibah untuk kelompok pembudidaya ikan air tawar sekitar Rp2,4 miliar. Anggaran tersebut untuk memacu petani ikan dalam meningkatkan produksi ikan budi daya yang masih sedikit.

Kepala Seksi Pengembangan Usaha Budi Daya Perikanan Budi Daya Dinas Kelautan DIY, Non Prihatin Budiarti mengatakan angka produksi budi daya ikan air tawar dari lima kabupaten di DIY sebenarnya masih jauh mencukupi kebutuhan ikan DIY. Produksi tahun lalu yang mencapai 91.000 ton, kata dia, masih sekitar 60% dari total kebutuhan ikan DIY.

Dengan begitu 40% lainnya masih didatangkan dari luar DIY, terutama dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Tahun lalu produksi ikan budi daya air tawar tercapai 91.000 ton. Tahun ini kami targetkan produksinya bisa mencapai 95.000 ton," kata dia di sela-sela kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepada calon penerima hibah di Dusun Beji, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Senin (11/2/2019).

Karena itulah potensi usaha budi daya ikan air tawar diakuinya masih cukup besar. Hanya memang belum semua petani ikan memahami proses pembudidayaan ikan.

“Tahun ini kami sudah menyiapkan anggaran Rp2,4 miliar untuk 123 kelompok pembudidaya ikan. Masing-masing kelompok akan mendapatkan hibah dengan jumlah yang berbeda,” ucap dia.

Per kelompok, kata dia, bisa mendapatkan antara Rp4 juta hingga Rp23 juta tergantung kapasitas kelompok. Bantuan hibah tersebut diberikan dalam wujud sarana dan prasarana pembudidayaan ikan, seperti kolam, pakan, dan benih ikan. "Terutama komoditas ikan lele, gurame, nilai, mas, ikan hias, dan pembudidayaan mina padi," kata Prihatin.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Aslam Ridlo yang hadir menjadi pembicara dalam bimtek tersebut mengapresiasi upaya DKP DIY dalam meningkatkan produksi ikan budi daya air tawar. Namun dia berharap upaya itu tidak sebatas pemberian bantuan, melainkan ada pendampingan sampai pada proses pemasaran hasil panennya nanti sehingga petani ikan merasa diperhatikan.
Selain itu, ia juga meminta proses pemberian hibah juga perlu dipantau, "Jangan sampai petani gagal mengembangkan budi daya ikannya. Harapannya dengan stimulan itu justeri semakin banyak kelompok pembudidaya ikan baru sehingga dapat meningkatkan produksi ikannya," kata Aslam.