Finalis Koko Cici Dibekali Materi Pariwisata

Finalis pemilihan duta wisata dan budaya Tionghoa, Koko Cici Jogja 2019 berfoto bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja (empat kiri), Rabu (13/2). /Ist. - Koko Cici Jogja 2019
14 Februari 2019 10:30 WIB Rheisnayu Cyntara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—24 Finalis pemilihan duta wisata dan budaya Tionghoa, Koko Cici Jogja 2019, mendapat pembekalan tentang pengetahuan kepariwisataan di Dinas Pariwisata DIY pada Rabu (13/2). Mereka juga menyambangi Kraton Jogja untuk lebih memperdalam materi.

Penanggungjawab Media Partner Pemilihan Koko Cici Jogja 2019, Ferdyanto Wijaya mengatakan setelah terpilih 24 finalis yang akan melaju ke tahap terakhir melalui acara Top 24 Result Show di Sleman City Hall pada akhir Januari lalu, para finalis harus mengikuti tahapan selanjutnya yakni karantina. Tahapan karantina diadakan mulai 11 hingga 17 Februari mendatang. Tujuannya mempererat keakraban antarfinalis dan juga mendapatkan pembekalan materi yang berguna bagi mereka.

Ferdy menyebut ada beberapa materi yang diberikan kepada 24 finalis dari berbagai latar belakang tersebut. Di antaranya kelas make up agar mereka dapat mandiri merias diri untuk acara-acara penting yang akan dihadiri, kelas bahasa Mandarin, hingga kelas catwalk. Untuk kelas catwalk yang diberikan pada Selasa (12/2) malam, pematerinya merupakan Best Talent Cici Jogja 2017 yakni Ci Agnes yang juga merupakan ikon Jakarta Fashion Week.

Tak hanya itu saja, 24 finalis juga diajak menyambangi Dinas Pariwisata DIY untuk mendapatkan materi tentang pariwisata. Pasalnya selain menjadi duta budaya Tionghoa, koko cici juga diharapkan dapat turut serta mempromosikan potensi kekayaan alam maupun budaya untuk tujuan wisata di Kota Gudeg ini. Oleh sebab itu, pengetahuan akan pariwisata Jogja dan strategi brandingnya perlu dimiliki oleh tiap-tiap finalis Koko Cici Jogja 2019.

Selain pengetahuan dari sisi birokrasi, puluhan finalis tersebut juga dibekali pengetahuan dengan langsung datang ke Kraton Jogja. Mereka mendapatkan keterangan langsung dari pemandu wisata yang memaparkan sejarah dan daya tarik keraton sebagai objek wisata yang tak pernah sepi dikunjungi. "Kami berharap dengan materi-materi yang diberikan para finalis dapat turut serta berkontribusi untuk memajukan pariwisata Jogja," katanya kepada Harian Jogja, Rabu (13/2). Ferdy menambahkan selanjutnya 24 finalis masih harus mengikuti tahapan unjuk bakat pada 14 Februari dan malam grand final pada 15 Februari mendatang. Mereka yang terpilih nantinya akan mewakili Jogja untuk mengikuti ajang Koko Cici Nasional dan bahkan Internasional pada 2020.