UNBK 2020, Kulonprogo Targetkan Semua Negeri Mandiri

Ilustrasi persiapan UNBK. - Solopos/M. Ferri Setiawan
16 Februari 2019 06:00 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo menargetkan seluruh sekolah menengah pertama (SMP) sederajat dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri pada 2020.

“Diusahakan pada 2020 bisa mandiri, khususnya yang negeri. Untuk yang swasta adalah tanggung jawab yayasan masing-masing tetapi tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ungkap Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdikpora Kulonpogo, Sumarni, di ruang kerjanya, Jumat (15/2/2019).

Target semua negeri bisa UNBK mandiri pada 2020 bisa tercapai karena adanya bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat dan kucuran APBD Kulonprogo tiap tahunnya yang digunakan untuk memenuhi sarana prasarana sekolah, termasuk di antaranya untuk menunjang UNBK.

Selain itu, sekolah juga memperoleh sumbangan dari wali murid, ikatan alumni dan bantuan operasional sekolah (BOS). Seperti SMPN 1 Panjatan yang tahun lalu belum bisa UNBK mandiri sekarang bisa mandiri karena dapat DAK dan APBD serta donatur.

Ada juga SMP N 2 Lendah yang tahun lalu sampai harus menyewa empat bus dan dikawal polisi untuk mengantarkan siswanya ke lokasi ujian di STM Pengasih. Saat ini, sekolahan itu sudah bisa mandiri dalam menggelar UNBK.

Lewat bantuan dana ini, sejak tiga tahun belakangan jumlah sekolah yang dapat menyelenggarakan UNBK secara mandiri di Kulonprogo terus mengalami peningkatan. Pada 2017 tercatat baru ada 15 sekolah dari total 81 SMP/Mts yang bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Selang setahun naik menjadi 31 sekolah. Untuk tahun ini kembali bertambah menjadi total 49 sekolah.

Kepala Disdikpora Kulonprogo Sumarsana berharap target jawatannya agar semua sekolah menyelenggarakan UNBK secara mandiri bisa segera tercapai. Ia tidak ingin siswa harus menumpang di tempat lain.

Terkait dengan pelaksanaan UNBK tingkat SMP sederajat yang diselenggarakan serentak pada 22-25 April mendatang, Disdikpora telah menggelar latihan ujian secara rutin. Ini dilakukan supaya siswa lebih familiar dan tidak gagap saat ujian sesungguhnya berlangsung.

Sebagai antisipasi peristiwa listrik padam yang mengganggu pelaksanaan ujian, Sumarsana mengaku telah berkoordinasi dengan PLN Wates. PLN diminta tidak melakukan pemadaman listrik saat ujian. Selain itu, Disdikpora mewajibkan pelaksana ujian menyediakan generator set untuk mengantisipasi padamnya listrik karena faktor alam.

Berdasarkan hasil pemantauan, saat ini seluruh sekolah yang akan digunakan untuk pelaksanaan UNBK telah menyiapkan generator set. Kondisi perangkat komputer dan jaringan internetnya juga terpantau baik.