Retribusi Ganda di Pantai Gesing Bikin Jengah Wisatawan

Suasana kawasan Pantai Gesing di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Jumat (14/12/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
21 Februari 2019 13:15 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wisatawan di Pantai Buron dan Gesing (Buges), Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, mengeluhkan pemungutan retribusi ganda di objek wisata tersebut. Keluhan tersebut bahkan sempat viral di media sosial. Selain membayar tiket masuk di tempat pemungutan retribusi (TPR) resmi, pengunjung juga dipungut retribusi di pintu masuk yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alam Asri.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Harry Sukmono, mengatakan persoalan yang terjadi di Pantai Gesing menjadi catatan pemerintah. Dinpar juga mengeluarkan surat imbauan kepada pokdarwis setempat untuk tak menarik retribusi di luar retribusi resmi yang dikelola pemerintah. "Kami mengimbau pokdarwis tidak memungut retribusi di luar ketentuan perda," ujar Harry saat ditemui Harian Jogja, Rabu (20/2/2019).

Persoalan dobel retribusi berawal saat Pemkab Gunungkidul menerapkan Perda No.2/2018 tentang Perubahan ketiga atas Perda No.6/2012 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Dalam Pasal 8 ayat (2) poin F dijelaskan bahwa kawasan wisata Pantai Gesing, Buron, dan Kesirat masuk dalam objek wisata yang berada di bawah pengelolaan Pemkab Gunungkidul. Terhitung sejak 1 Januari 2019, pemerintah menarik retribusi di objek wisata tersebut.

Dalam pemungutan retribusi Dinpar bekerja sama dengan Pemerintah Desa Girikarto. Pemkab juga menyosialisasikan penerapan kepada semua pihak yang terlibat, baik pemerintah desa maupun pokdarwis.

Pemkab, menurut Harry, membolehkan masyarakat menarik pungutan lain di luar pungutan retribusi yang ditetapkan pemerintah tetapi harus memiliki dasar hukum yang jelas. “Berdasar penelusuran, Pokdarwis Alam Asri tidak memiliki dasar hukum untuk menarik retribusi, sehingga masuk dalam kategori pungutan liar,” kata Harry.

Ketua Pokdarwis Alam Asri, Aries Sargiyono, menyatakan objek wisata Pantai Buron dan Gesing dikembangkan oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam Pokdarwis Alam Asri. Dia mengklaim selama mengembangkan objek wisata tersebut pokdarwis tidak mendapat bantuan dari pemerintah. "Kami merintis pengembangan Buges mulai 2016 tanpa mendapat bantuan apapun," ujar Aries kepada Harian Jogja, Rabu.

Aries menyatakan pungutan yang dikenakan kepada wisatawan bukanlah pungutan retribusi. "Semenjak ada retribusi di TPR resmi kami tidak memperoleh apa-apa. Pungutan itu kami gunakan untuk menggaji tenaga kebersihan serta keamanan," katanya. Besaran pungutan yang dikenakan yakni Rp5.000 dengan rincian Rp4.500 sebagai jasa pelayanan dan Rp500 untuk membayar asuransi untuk wisatawan.

Di sisi lain, pada Januari 2019 pendapatan dari TPR Pantai Gesing yang dikelola pemerintah mencapai Rp90 juta. Dari pendapatan tersebut pemerintah desa setempat mendapat bagian 30% dan 70 % untuk Pemkab Gunungkidul.