Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi persiapan UNBK./Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk tingkat SMP dan sederajat masih dua bulan lagi. Namun demikian, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memastikan persiapan telah mencapai 100% sehingga tinggal menunggu pelaksanaan.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan persiapan UNBK di Gunungkidul telah masuk tahap akhir. Untuk persiapan secara infrastruktur Disdikpora telah membagikan sebanyak 788 unit komputer ke 95 SMP dan sederajat. Pembagian ini selesai dilakukan pada Senin (25/2/2019). “Yang kami berikan tidak hanya komputer, tetapi juga server jaringan untuk mendukung UNBK. Harapannya dengan bantuan ini maka pelaksanaan ujian dapat berjalan lancar,” kata Bahron saat ditemui di ruang kerjanya, Senin.
Menurut dia untuk perangkat komputer tidak ada masalah, meski masih ada 27 sekolah yang belum memiliki fasilitas tersebut sehingga saat ujian harus menumpang ke sekolah lain. Namun demikian, kata Bahon, yang perlu diperhatikan adalah masalah jaringan Internet dan listrik. Sesuai dengan hasil evaluasi pelaksanaan UNBK tahun lalu, jaringan Internet dan listrik menjadi masalah karena sempat mengganggu kelancaran ujian. “Internet dan listrik sering menjadi masalah, tapi kami tetap berusaha agar semuanya lancar. Untuk listrik, kami berkoordinasi dengan PLN agar tak ada pemadaman saat ujian berlangsung. Untuk jaringan Internet di masing-masing sekolah ada programer dan operator yang terlatih,” katanya.
Untuk masalah kesiapan siswa juga tidak ada masalah karena sekolah terus melakukan persiapan. Bahron menuturkan sebelum ujian berlangsung ada enam kali simulasi dan hingga sekarang sudah terlaksana empat kali. “Simulasi penting karena selain membiasakan para siswa dengan aplikasi, juga untuk mempersiapkan para siswa secara materi agar saat ujian memperoleh nilai yang maksimal,” katanya.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul, Kisworo, mengatakan untuk sarana prasarana dalam UNBK tidak ada masalah. Pasalnya, semua persiapan telah dilaksanakan termasuk di dalamnya pembagian 788 unit komputer ke sekolah. “Selain pengadaan komputer, kami juga mengadakan server jaringan dengan total anggaran mencapai Rp7,3 miliar,” katanya.
Menurut dia ratusan unit komputer dibagikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan UNBK di Gunungkidul. “Semua sudah siap dan tinggal mematangkan kesiapan para siswa dari sisi mental dan materi sehingga pada saat ujian dapat mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Tablet bekas Galaxy Tab dan iPad masih menarik untuk dibeli. Cek keunggulan, dukungan software, baterai, dan hal yang wajib diperiksa.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP2 MotoGP San Marino 2026 setelah bangkit dari posisi kedelapan dan mencatat 1:31,040
BLT Kesra Rp900.000 2026 masih dicari. Cek desil, NIK, syarat, dan status bansos melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Survei Kaspersky 2026: 77% pengguna HP rutin update sistem, PC 53%. Simak perbedaan kebiasaan kebersihan digital dan keamanannya
PSS Sleman tertinggal 0-1 dari Madura United di babak pertama. Dimitar Mitkov mencetak gol menit ke-45 setelah sempat dianulir VAR.