Bedah Menoreh Tunggu Kejelasan Danais

Motor melintas di jalan yang berbecek hasil dari pengeprasan bukit dan pembangunan talut Jalan Prangkokan-Ngori untuk proyek Bedah Menoreh di Dusun Gowok, Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Senin (14/1/2019).-Fahmi Ahmad Burhan - Harian Jogja
26 Februari 2019 20:00 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menunggu kejelasan persetujuan penggunaan Dana Istimewa (Danais) untuk proyek Bedah Menoreh. Di tahun ini, pembebasan lahan proyek Bedah Menoreh masih menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kulonprogo.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo Nur Cahyo Wibowo mengungkapkan pada awal tahun ini, instansinya sudah mengirimkan usulan penggunaan danais untuk pembebasan lahan proyek Bedah Menoreh.

“Cuma sampai sekarang belum ada lagi kejelasan boleh tidaknya,” katanya kepada Harian Jogja, Selasa (26/2/2019). Sembari menunggu diperbolehkannya penggunaan danais dari provinsi, proyek Bedah Menoreh tetap berjalan dengan menggunakan APBD kabupaten.

Pada tahun ini, DPUPKP akan memfokuskan pada progres pembebasan lahan. Direncanakan, tahun ini dilakukan pengadaan tanah sepanjang 12 kilometer dengan rancangan dana sebanyak Rp2 miliar. Di 2018, detail engineering design (DED) sudah dilakukan. Dalam DED tersebut, proyek Bedah Menoreh membutuhkan pengadaan tanah sepanjang 25 kilometer.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Niken Probo Laras menuturkan proyek Bedah Menoreh itu akan menghubungkan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) dengan kawasan wisata Borobudur. Proyek Bedah Menoreh dikonsep memberikan keuntungan pada objek wisata di sekitaran perbukitan Menoreh.

“Pada dasarnya semua objek wisata disiapkan untuk menyambut NYIA tapi yang paling strategis yaitu di perbukitan Menoreh. Diharapkan lewat Bedah Menoreh bisa menghubungkan NYIA menuju Borobudur karena Borobudur jadi salah satu dari 10 Bali baru,” katanya.