Ratusan Atlet Nasional Ikuti Kejuaraan Panahan Waroeng SS 2026, Ada Peserta Kanada
Sebanyak 499 atlet dari 12 provinsi dan Kanada mengikuti Waroeng SS Gladhi Panahan #9 dan Gladhi Barebow #5 di Bantul.
Foto terjadinya guguran kubah lava dari Kaliadem, Sabtu (29/12/2018)./Ist- Gitsayanto via Twitter BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan menyiapkan masker di semua Puskesmas yang berada di lereng Merapi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu sebagai dampak peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Masyarakat bisa meminta masker di puskesmas terdekat untuk melindungi diri dari debu vulkanik.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan, ketika terjadi hujan abu sebagai dampak dari peningkatan aktivitas gunung berapi, maka idealnya harus menggunakan masker. Hal itu dilakukan untuk melindungi diri dari bahaya debu vulkanik tersebut. "Intinya kalau ada hujan abu memang standarnya harus menggunakan masker, kami imbau untuk menggunakan ketika terjadi hujan abu," terangnya kepada Harian Jogja, Sabtu (2/3/2019).
Oleh karena itu, pihaknya selalu menyiapkan masker di berbagai Puskesmas terutama yang berada di sekitar lereng Merapi. Masyarakat bisa mendapatkan masker itu di Puskesmas terdekat. "Masker itu bisa diperoleh di puskesmas terdekat, biasanya kami bekerjasama juga dengan BPBD untuk menyiapkan masker ini. Prinsipnya puskesmas selalu siap ketika masyarakat butuh [masker]," ucapnya.
Meski demikian terkait hujan abu yang terjadi pada Sabtu (2/3/2019) pagi, pihaknya belum melakukan pemantauan terkait ada atau tidaknya permintaan dari masyarakat akan kebutuhan masker di sejumlah Puskemas. "Kami belum monitor ini kira-kira permintaan berapa, terutama di puskesmas di lereng merapi," ujarnya.
Sebelumnya Warga Dusun Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Susilo mengatakan, ia mendapatkan informasi terkait adanya peningkatan aktivitas merapi melalui berbagai medsos. Sekitar pukul 06.30 WIB, ia merasakan adanya hujan abu di sekitar dusunnya. Berdasarkan pemantauannya hujan abu tipis terjadi di sebagian besar kawasan lereng Merapi. "Kalau pengamatan saya tadi di dusun saya, kemudian sebelahnya, itu ada [dusun] Pelemsari, Tangkisan dan Pangukrejo itu juga hujan abu, merata, tetapi tipis," terangnya kepada Harian Jogja, Sabtu (2/3/2019).
Susilo menambahkan, selama hujan abu berlangsung, masyarakat banyak yang menggunakan masker, terutama para pengemudi wisata jip Merapi. Hujan abu itu menurutnya diperkirakan hanya berlangsung sekitar 30 menit saja. "Sekitar 30 menit, karena dari pukul 06.30 WIB, sekitar 07.00 WIB itu sudah reda, nggak ada hujan abu lagi, itu pengamatan saya. Sekarang malah sudah mulai hujan air," katanya.
Susilo memastikan warga sekitar lereng Merapi beraktivitas seperti biasa. Bagi pelaksana wisata juga menjalankan kegiatan seperti biasa begitu juga warga yang bercocok tanam. "Saat ini kegiatan seperti biasa, kebetulan saya juga sedang bercocok tanam ini, aman terkendali," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 499 atlet dari 12 provinsi dan Kanada mengikuti Waroeng SS Gladhi Panahan #9 dan Gladhi Barebow #5 di Bantul.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Simak enam seri laptop gaming dari Lenovo, ASUS, Acer, MSI, dan HP. Cek pilihan GPU, RAM, layar, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.