Kota Jogja Raih Prestasi Tertinggi Kearsipan

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko (kanan) bersama Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (kiri) menunjukkan penghargaan dari ANRI atas pencapaian tertinggi dalam laporan audit kearsipan eksternal, belum lama ini. - Istimewa/Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja
06 Maret 2019 10:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kota Jogja meraih angka tertinggi dalam penilaian pengelolaan arsip yang dilakukan oleh lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dari total 514 kota dan kabupaten di Indonesia, Pemkot Jogja meraih nilai 90,3 dengan kategori baik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko mengungkapkan capaian nilai pengelolaan arsip yang diperoleh Pemerintah Kota Jogja hanya terpaut sedikit dari nilai untuk masuk dalam kategori sangat baik. Karena untuk peraih kategori sangat baik, nilai yang harus dikumpulkan adalah 91.

Dia menyebutkan setidaknya ada delapan variabel pengelolaan kearsipan yang dinilai, beberapa di antaranya adalah arsip dinamis, arsip statis, penyusutan arsip, keberadaan peraturan perundang-undangan yang harus dimiliki daerah dalam pengelolaan pengarsipan, pembinaan kearsipan yang dilakukan ke bawah. "Sebenarnya laporan kearsipan eksternal ini sudah kali kedua, yaitu pada 2017 lalu, kemudian 2018 dan untuk rakornas baru terselenggara pada 2019 ini,' ujarnya, Senin (5/3/2019).

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Jogja berhak memperoleh penghargaan Laporan Audit Kearsipan Eksternal (LAKE) 2018, yang disampaikan saat Rapat Koordinasi Pengawasan Kearsipan Nasional, di Padang. Wahyu menambahkan jajarannya belajar dari pengalaman proses penilaian pada 2017. Dari pelaksanaan audit 2017, dinas mendapatkan rekomendasi. Kemudian hasil juga diberikan kepada Wali Kota, didisposisikan kembali ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. "Poin-poin yang ada dalam setiap rekomendasi langsung kami tindaklanjuti dengan limit [batas waktu]. Kami membuktikan ketika diberi rekomendasi kami langsung bergerak memperbaiki," kata dia.

Pemerintah Pusat juga menargetkan seluruh pemerintah daerah di Indonesia segera menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), lanjut dia. Pemkot Jogja sudah memulai langkah lebih dulu, dengan menerapkan e-officeWahyu menyatakan jajarannya akan terus melakukan banyak hal untuk mempertahankan kebersihan dan kerapian anak, secara tepat, terukur, teruji. "Yang paling penting, pengelolaan kearsipan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar dia.