Bupati Sleman Berduka atas Kecelakaan Suporter PSS di Tol Madiun, Ini Pesannya
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
Perwakilan dari Harokah Islamiyah saat mengajak masyarakat untuk melaksanakan Pemilu yang damai, aman dan bermartabat di alun-alun Utara Jogja, Rabu (6/3/2019). /Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JOGJA- Ratusan Laskar Harokah Islamiyah (HI) DIY mengajak masyarakat untuk melaksanakan Pemilu 2019 secara aman dan damai. Masyarakat juga diminta untuk menyaring setiap informasi yang diterima agar tidak termakan informasi hoaks.
Ketua Laskar HI DIY Ustadz Budi Santoso mengajak seluruh masyarakat khususnya di wilayah DIY untuk mendukung pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019 yang aman, damai dan bermartabat. Salah satu cara agar Pemilu berjalan dengan baik, katanya, masyarakat harus bisa menjaga kerukunan dan saling mengormati perbedaan pilihan.
"Masyarakat kami minta juga bisa bersikap cerdas dan tegas menolak semua berita hoaks, ujaran kebencian, issu sara dan provokasi yang dapat memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara ini," katanya saat deklarasi Pemilu Damai dan Anti Hoax di Alun-alun Utara Jogja, Rabu (6/3/2019).
Diakuinya, suhu politik saat ini telah menyebabkan sebagian masyarakat tidak nyaman karena masyarakat mulai tidak menghargai perbedaan pilihan. Kondisi berpolitikan yang tengah dihadapi bangsa Indonesia menjelang Pileg dan Pilpres 17 April mendatang, lanjut dia, semestinya dapat semakin mematangkan dan mendewasakan masyarakat untuk melaksanakan pesta demokrasi yang bermartabat sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Oleh karenanya, HI mengajak masyarakat untuk menolak keras penyebaran berita hoax, ujaran kebencian, aksi intimidasi dan provokasi, upaya adu domba, isu sara hingga tindakan anarkis yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu. Dia menekankan agar masyarakat bisa menciptakan suasana di DIY yang damai dan berhati nyaman.
"Perbedaan pilihan itu wajar, mari kita hormati dan hargai yang terpenting mari kita jaga kerukunan, perdamaian. Siapapun nanti yang terpilih itu adalah pilihan bangsa Indonesia," imbuhnya.
HI, kata Budi, selalu berjalan bersama dengan TNI dan Polri untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Jogja dan sekitarnya. Selain Bergerak dalam bidang keagamaan Harokah Islamiyah juga bergerak dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
"Kami bersama seluruh pihak senantiasa menjaga kondusifitas, rasa aman dan nyaman selama kampanye berlangsung, saat pemilihan maupun setelah pemilihan," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Empat suporter PSS Sleman tewas dalam kecelakaan di Tol Madiun. Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa dan mengimbau suporter away menggunakan bus.
AKBP Netty Rosdiana mengajukan pengunduran diri dari Polri per 1 September 2026. Ini alasan dan rencana aktivitasnya setelah mundur.
DPRD Kulon Progo meminta Pemkab memperhatikan drainase saat membangun jalan untuk mencegah genangan dan kerusakan infrastruktur.
PKB Bantul mengukuhkan seluruh pengurus DPAC dan menyiapkan enam fokus pembenahan organisasi. Pembentukan pengurus ranting ditargetkan rampung Desember 2026.
KAI menggelar Safety Hunting bersama 30 railfans di Kulonprogo untuk mengedukasi keselamatan saat berburu foto kereta api.
Lansia 89 tahun ditemukan meninggal dengan luka bakar di sawah Godean, Sleman. Polisi masih mendalami penyebab kejadian tersebut.