Liburan Hemat ke Pantai Jogja, Ini Rute dan Jadwal Bus KSPN
Bus KSPN Jogja 2026 hadir dengan tarif mulai Rp12.000. Cek jadwal dan rute ke Pantai Drini, Parangtritis, dan Obelix.
Petani mengamati keindahan Gunung Merapi dari areal persawahan di Wukirsari, Sleman, Selasa (22/5/2018). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Pembangunan untuk 44 hunian tetap (Huntap) Batur, Kepuharjo, Cangkringan, mulai masuk masa lelang. Total anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan kelompok warga korban erupsi Merapi 2010 tersebut sebesar Rp3,17 miliar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantara mengatakan pembangunan huntap tersebut masih menunggu selesainya proses lelang.
Pembangunan huntap tersebut diperuntukkan bagi 44 kepala keluarga (KK) di kawasan rawan bencana (KRB) III yang bersedia direlokasi ke tempat yang aman.
"Kalau sudah kontrak dengan penyedia jasa [huntap] akan dibangun. Akhir tahun harus selesai," katanya kepada Harianjogja, Senin (11/3/2019).
Menurut Biwara, sesuai peraturan wilayah KRB III tidak diperbolehkan sebagai tempat tinggal (hunian). Meski begitu, masyarakat masih bisa beraktivitas di wilayah tersebut. Berkat pendekatan yang terus dilakukan, warga yang selama ini bertahan di wilayah KRB III pasca bencana erupsi Merapi 2010 lalu bersedia untuk dipindah. "Kebijakannya [KRB III] memang boleh masyarakat untuk berbagai aktivitas di sana tetapi tidak boleh tempat tinggal," katanya.
Pihaknya sudah melakukan kajian dan pemetaan seluruh KK yang masih bertahan meskipun masuk dalam zona KTB III. Data terakhir, terdapat lebih dari 600 KK, jumlah tersebut dimungkinkan bertambah. Mayoritas berada di Desa Glagaharjo, Cangkringan. "Kami terus melakukan upaya pendekatan agar mereka bersedia dan dengan kesadarannya mau turun," katanya.
Jika warga di kawasan KRB III bersedia turun, lanjut Biwara, maka Pemda menyediakan tempat tinggal yang layak. Tidak hanya itu, Pemda juga akan memberikan sertifikat bagi KK yang mau direlokasi. "Yang turun akan dibangunkan hunian tetap, rumah tipe 36, lahan 100 meter plus sertifikat," katanya.
Tahun kemarin, lanjut dia, ada 20 KK warga Umbulharjo yang sudah direlokasi ke hunian baru di Plosokerep. Tahun ini, terdapat 44 KK yang bersedia turun.
"Tahun ini kami akan bangun 44 unit bagi 44 KK yang bersedia turun. Proses pengadaan baru mulai, kalau lancar rencananya Maret 2019 akan dilakukan peletakkan batu pertama," kata Biwara.
Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto mengakui jika tahun ini ada sekitar 40 an KK warga Kopeng Kepuharjo yang bersedia direlokasi dari kawasan KRB III. Kalau mereka nanti bersedia turun, kata Heri, artinya tidak akan ada lagi warga yang tinggal di kawasan berbahaya.
"Tahun lalu hanya ada satu KK yang bersedia direlokasi. Tahun ini kloter terakhir yang selama ini tinggal di kawasan KRB III," ujarnya.
Menurutnya, puluhan KK tersebut akan tinggal di wilayah huntap yang sudah disediakan oleh Pemda DIY di wilayah Batur (Kepuharjo). "Awalnya tanah tersebut berstatus Tanah Kas Desa (TKD). Tahun 2011 sudah dibeli oleh Pemda," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus KSPN Jogja 2026 hadir dengan tarif mulai Rp12.000. Cek jadwal dan rute ke Pantai Drini, Parangtritis, dan Obelix.
Kejati Jatim tetapkan tiga tersangka kasus korupsi KUR di Jember senilai Rp41,48 miliar. Dua ditahan, satu sudah jalani hukuman lain.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini, 9 Juli 2026, bervariasi. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback terbaru.
Prambanan Jazz 2026 berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan sekitar 65 penampil dan menyedot lebih dari 85.000 penonton.
Bank Mandiri Taspen memastikan layanan di Cabang Purwokerto tetap normal meski ada aksi nasabah terkait dugaan penipuan investasi oleh oknum pegawai.
Bapanas memastikan harga beras tetap terkendali dengan stok 5,2 juta ton. Program bantuan dan intervensi disiapkan hingga akhir 2026.