STIM YKPN Siap Jadi Kampus Modern

Bambang Susilo.ist
16 Maret 2019 08:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN mewisuda puluhan Ahli Madya dan Sarjana Ekonomi pada Sabtu (16/3/2019). Pada wisuda semester ini STIM mencatatkan prestasi yang membanggakan, terlihat dari statistik yang ada tercatat ada tiga mahasiswa yang mencapai nilai sangat baik.

Tiga mahasiswa tersebut Frenia Novitaningsih dengan IPK sebesar 3,96, Sri Astutik dan Nurulia Sinta Dewi dengan IPK sempurna sebesar 4,00. Masa studi mahasiswa STIM YKPN juga baik yaitu 2,5 tahun untuk jenjang Diploma III dan 3,5 tahun untuk jenjang Sarjana.

Ketua STIM YKPN Bambang Susilo mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah meraih kelulusan.

Bambang menambahkan berdasar data yang ada menunjukkan peningkatan luar biasa pada hardware, software dan brainware STIM YKPN. Interaksi dari semua komponen tersebut yang dinilai mampu menghasilkan lulusan yang baik.
Bambang menambahkan pada 2019 ini diharapkan ada kemajuan di era Revolusi Industri 4.0 yang konon menuju era Revolusi Industri 5.0. Bisnis yang berbasis digital berkembang dengan sangat cepat sehingga mengubah cara bekerja dan berbisnis konvensional.

“Bisnis di bidang financial technology misalnya pada akhir 2018 bergerak dengan cepat dan menembus batas ruang dan waktu. Kedua pihak bertemu melalui dunia maya [digital] yang semuanya didasarkan pada kepercayaan. Bisnis yang lainnya pun tidak lepas dari era digital. Oleh karena itu saya berpesan kepada para lulusan jangan merasa cepat puas dengan apa yang sudah dicapai saat ini,” ujarnya.

Ia mengingatkan wisudawan harus terus belajar serta tetap kreatif dan inovatif di mana pun berada. Pada saat bekerja atau berbisnis, harus berpikir out of the box dan bekerja dengan prinsip beyond the expectation.
Ia mengatakan revolusi industri akan berdampak pada bidang lain termasuk pendidikan tinggi.

“Kemenristekdikti mendorong perguruan tinggi untuk melakukan reorientasi kurikulum dan sistem pembelajaran sehingga mampu menghasilkan lulusan yang terampil,” tambah Bambang.

Lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Kemenristekdikti juga mendorong kuliah dalam jaringan (daring), untuk menyongsong kuliah online. Setiap perguruan tinggi harus memiliki syarat-syarat tertentu yaitu Sistem informasi Akademik (Siakad) sudah berbasis cloud, sumber daya manusia khususnya dosen harus mumpuni serta institusi dan program studi sudah terakreditasi.

“Dari itu semua STIM YKPN sudah memiliki semuanya dan sudah menerapkan Siakad berbasis cloud setahun yang lalu, kerja sama luar negeri juga dilakukan dengan Menzies Institute of Tecnology Melbourne Australia pada akhir 2018 yang lalu. Institusi dan program studi juga sudah terakreditasi semua. Oleh karena itu kami mohon doa restu semoga STIM YKPN siap dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi,” ucapnya.