Dai Diminta Konsisten dengan Kebhinnekaan

Pelantikan Pengurus DDII DIY, Minggu (17/3/2019). Ist - DDII DIY.
18 Maret 2019 07:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) DIY melakukan pelantikan pengurus baru untuk periode 2019-2014, di Aula Gedung DPD RI DIY, Minggu (17/3). DDII DIY yang melakukan pembimbingan terhadap para pendakwah di DIY meminta agar seluruh dai di DIY tetap konsisten dengan NKRI dan kebhinnekaan Indonesia.

Ketua DDII DIY Cholid Mahmud mengatakan DDII tetap konsisten dengan NKRI dan kebhinnekaan Indonesia. Oleh karena itu DDII tidak berafiliasi pada ormas Islam apapun karena di dalamnya terdapat tokoh dari berbagai latar belakang.

Oleh karena itu, dalam melakukan dakwah kepada masyarakat maupun memberikan materi dakwah kepada calon dai di DIY, pihaknya menyampaikan tentang kebhinnekaan yang sudah menjadi sunnatullah. Sehingga harus meyakinkan bahwa perbedaan bisa diterima seluruh masyarakat.

Terkait kesetiaan kepada NKRI, hal itu sudah pasti harus dimiliki seorang dai. Apalagi NKRI lahir tidak lepas dari keterlibatan sejumlah tokoh pendiri DDII seperti Mohammad Natsir.

“Dalam konteks keindonesiaan, justru NKRI ini lahir salah sataunya dari tokoh dewan dakwah. Sehingga kita semua harus siap dengan kebhinnekaan saling menghormati saling meredamkan [ketika da persoalan],” katanya Minggu (17/3/2019).

Ketua DDII Pusat Muhammad Siddiq menyatakan hal serupa. Dengan menghargai semua perbedaan di masyarakat sehingga semua manusia dari latar belakang berbeda bisa hidup berdampingan dalam wadah NKRI. Sehingga para dai harus konsisten dengan NKRI dan kebhinnekaan ini sesuai porsinya.

“Tidak ada seluruhnya masyarakat itu Islam, karena perbedaan itu sudah sunnatullah, bahwa kita semua berbeda,” katanya saat hadir di pelantikan pengurus DDII DIY.

Dalam kesempatan itu, Cholid mengakui masih ada berbagai persoalan dan kendala yang harus dipecahkan oleh DDII di DIY, terutama kaitannya dengan kualitas dan kuantitas dai.

Ia tidak menampik di suatu masjid di kampung tertentu belum semuanya terdapat dai yang setiap saat siap melaksanakan tugasnya sebagai pendakwah. Sehingga ke depan pihaknya akan mengupayakan peningkatan jumlah dan kualitas dai melalui berbagai pelatihan hingga melakukan pemetaan.

“Kebutuhan akan dai ini akan terus bertambah sepanjang masa, terutama saat jelang ramadhan ini,” ujar pengganti almarhum Sunardi Syahuri di DDII ini.

Meski belum memiliki Akademi Dakwah seperti yang berada di pusat, saat ini DDII DIY memberikan bekal bagi SDM dai melalui pelatihan dengan mengundang setiap masjid untuk mengirimkan peserta. Para dai tersebut diberikan materi terkait bagaimana memberikan materi di hadapan jamaah.

Cholid mewacanakan adanya Akademi Dakwah yang berada di DIY yang secara khusus memberikan bekal kepada para pendakwah. “Ke depan [keberadaan Akademi Dakwah] ini bisa kami wacanakan secara perlahan,” ujarnya.