Jembatan Penyeberangan Plaza Ambarrukmo Segera Dibangun

Ilustrasi jembatan penyeberangan
21 Maret 2019 10:07 WIB Kusnul Isti Qomah & Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jogja akan kembali memiliki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Rencananya, JPO itu akan menghubungkan Plaza Ambarrukmo dengan Hotel Grand Ambarrukmo, Sleman. Meskipun dibangun oleh Plaza Ambarrukmo, JPO ini ditujukan untuk masyarakat umum.

Kota Jogja dahulu memiliki sejumlah JPO seperti di Jalan Solo, sekitar Gardena dan satu lagi di Pasar Kranggan. JPO terakhir yang ada di Jogja yaitu di depan Pasar Kranggan. Namun fasilitas itu kemudian dirobohkan setelah ditabrak truk.

Saat ini, dua kampus yaitu IAIN Sunan Kalijaga dan UGM memiliki JPO, tetapi fasilitas itu hanya diperuntukkan bagi keperluan internal karena berada di masing-masing kompleks kampus.

General Manager Plaza Ambarrukmo Surya Ananta mengungkapkan rencana pembangunan JPO ini sudah mengemuka sekitar lima hingga tujuh tahun lalu. Namun, merealisasikan rencana itu tidak bisa cepat karena berkaitan dengan perizinan dan teknis pembangunan. Saat ini, perizinan yang dibutuhkan telah dipenuhi.

"Perizinan sudah clear dan teknis pembangunan sudah disiapkan oleh tim proyek. Dalam waktu sangat dekat, pembangunan sudah bisa dimulai. Kamis [21/3/2019] rencananya ada pengecekan lapangan oleh dinas terkait dan kalau dinyatakan lancar, mungkin dalam waktu satu atau dua hari sudah bisa dimulai," ujar dia ketika dihubungi Harian Jogja, Selasa (19/3/2019) malam.

Pembangunan dimulai dengan menutup badan jalan 1,5 meter ke utara dan 1,5 meter ke selatan dengan partisi lantaran akan ada pembangunan tiang pancang. Penutupan dengan partisi akan dilakukan selama lima minggu. Namun, alokasi waktu untuk pengerjaan JPO selama lima bulan.

"Yang betul-betul akan mengganggu lalu lintas selama lima minggu karena ada penutupan dengan partisi," jelas dia.

Lantaran melintang di atas jalan nasional, Plaza Ambarrukmo pun mengurus perizinan hingga ke Pemerintahan Pusat. JPO ini akan dibangun setinggi enam meter di atas aspal dengan panjang total sekitar 43 meter yakni 8-9 meter dari Plaza Ambarrukmo ke titik tengah, 25 meter mendatar dari timur ke barat, dan 8-9 meter dari titik tengah ke Grand Ambarrukmo.

"Ketentuan tinggi JPO sebetulnya hanya lima meter, tetapi kami bikin enam meter dari aspal untuk keamanan. Agar bus dan truk besar tetap bisa melintas dengan aman," kata dia.

Ia mengungkapkan spesifikasi JPO ini mengikuti ketentuan yang ditetapkan sesuai dengan peraturan negara dan dinas yang mengatur teknis pembuatan JPO. Jembatan ini juga ramah difabel karena operasi utamanya menggunakan lift. Meski demikian juga disediakan tangga untuk tangga darurat.

Akan ada total dua lift yang digunakan yakni satu di depan Grand Ambarrukmo dan satu di Plaza Ambarrukmo bagian barat. Untuk titik di Plaza Ambarrukmo, selain disediakan lift bagi warga yang ingin turun ke sisi utara jalan, juga disediakan jalan terusan yang tembus ke dalam Plaza Ambarrukmo di lantai satu.

 "Tujuan pembangunan JPO ini sebenarnya memang untuk masyarakat. JPO ini untuk masyarakat umum dan diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan dan memudahkan masyarakat untuk menyeberang," jelas dia.

Titik naik dan turun JPO memang sengaja dibuat di Grand Ambarrukmo dan Plaza Ambarrukmo. "JPO ini naik dan turunnya kami jatuhkan di tanah kami. Kami enggak mau mengganggu akses dan trotoar milih pemerintah," jelas dia.

Selama ini, Plaza Ambarrukmo menyediakan petugas yang membantu menyeberangkan orang. Setelah ada JPO petugas itu akan ditarik dan masyarakat tidak diperkenankan menyeberang di jalan lagi karena sudah ada JPO. "Kami disarankan untuk membuat pagar di sepanjang pembatas jalan di tengah. Pagar itu panjangnya dari depan Grand Ambarrukmo hingga Plaza Ambarrukmo bagian timur," katanya.

Ia mengakui nilai investasi untuk pembangunan JPO ini besar, tetapi tidak bisa mengungkapkan nominalnya. Biaya dibutuhkan untuk teknis, struktur, interior, arsitektural. Ada juga biaya untuk pemotongan pohon dan sewa lahan yang dilintasi jembatan. "Pembangunan jembatan ini juga sebagai wujud kegiatan CSR Plaza Ambarrukmo," kata dia.

Plaza Ambarrukmo juga menjalin kerja sama dengan kepolisian dalam hal pengaturan lalu lintas.

Kantongi Izin

Rencana pembangunan JPO Plaza Ambarrukmo sudah mengantongi izin pembangunan jembatan yang diajukan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII, Semarang.

Asisten Program Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah DIY Yuli Nur Wahyu mengatakan status jalan yang digunakan untuk pembangunan JPO tersebut adalah jalan nasional. Artinya, izin pemanfaatan jalan tersebut harus diajukan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII, Semarang. "Karena kami berada di bawah Balai VII, pengajuan izinnya ke Balai VII di Semarang," katanya kepada Harian Jogja, Rabu.

Dia menjelaskan jika pengerjaan proyek pembangunan JPO segera dilakukan. Hal itu seiring sudah turunnya izin pemanfaatan jalan. Namun, Yuli tidak mengetahui secara detail apa saja rekomendasi teknis yang diberikan Balai VII terkait proyek tersebut. "Yang mengetahui bagian BMN [Barang Milik Negara] di Balai VII," ujarnya.

Secara terpisah, Sekda Pemda DIY Gatot Saptadi mengaku belum mengetahui terkait dengan rencana pembangunan JPO tersebut.