Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Salah satu peserta lomba drumben di Jogja Bay Waterpark, Minggu (24/3/2019)./Istimewa-Jogja Bay Waterpark
Harianjogja.com, SLEMAN—Kompetisi drumben tingkat TK dan SD se-DIY kembali digelar di Jogja Bay Waterpark Minggu (24/3/2019). Tahun ini merupakan tahun ketiga bagi taman wisata air dengan keunggulan kolam ombak dengan tujuh macam gelombangnya itu dalam menggelar acara serupa yang bekerja sama dengan Harmony Percussion dan Lubero Promosindo.
Staf Public Relations Jogja Bay Waterpark Medha Zeli Elsita mengatakan sebanyak 30 sekolah mengikuti kompetisi drumben untuk memperebutkan piala bergilir Jogja Bay Waterpark. Lomba yang berlangsung di The Harbour Theatre Jogja Bay Waterpark ini merupakan event tahunan yang menarik perhatian setiap sekolah dalam mempersiapkan siswa-siswinya menampilkan pertunjukkan terbaik mereka.
Setiap sekolah, kata dia melakukan persiapan dua hingga tiga bulan sebelum acara untuk dapat menyajikan penampilan terbaiknya. Persiapan ini mendapatkan dukungan penuh dari para orang tua siswa dalam mengasah kemampuan putra-putri mereka dan melatih rasa percaya diri untuk dapat tampil di depan banyak orang. “Jogja Bay Waterpark sebagai taman wisata air pilihan keluarga ingin menjadi bagian kisah menarik dan tak terlupakan dalam mengawal tumbuh kembang anak. Di masa usia TK dan SD anak membutuhkan ruang untuk bergerak dan berekspresi. Melalui kompetisi ini kami coba memfasilitasi kegiatan anak bersama kelompok drumband sekolahnya masing-masing,” ujar dia melalui rilis, Senin (25/3/2019).
Sebanyak 3000 peserta dan pendamping memadati area Jogja Bay Waterpark pada Drum Band Kids Competition ini. Pihak Jogja Bay terus mengingatkan orangtua untuk mengawasi putra-putrinya saat bermain di area wahana. Selain itu, tim di lapangan juga telah dibekali dengan persiapan ekstra menyambut acara ini. “Banyak hal kami persiapkan dalam menyambut event ini. Selain kewaspadaan ditingkatkan kami juga telah mempersiapkan kebutuhan personel Tim Safety Aquatic dan Life Guard kami di lapangan. Alhamdulillah hingga selesai acara semua terkondisikan,” ujar Medha.
Dalam lomba itu, TK Pengudi Luhur dan SD Negeri Tamansari I mendapatkan Juara Umum dari masing-masing kategori Kelas Utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Kunjungan wisata Prambanan dan Ratu Boko tembus 54 ribu wisatawan selama libur panjang Iduladha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila.
Kadin menilai Danantara DSI berpotensi menekan transfer pricing dan underinvoicing sekaligus memperkuat devisa serta tata kelola ekspor nasional.
Festival Layang-layang Sragen di Gemolong menarik 60 pelayang dari Jawa dan Bali serta menyedot hingga 1.000 pengunjung.
Ledakan bom peninggalan PD II di Biak menewaskan lima orang, tiga warga hilang, 19 luka-luka, dan puluhan warga mengungsi.
Drawing Indonesia Open 2026 menghadirkan tantangan berat bagi wakil Indonesia, termasuk Alwi Farhan yang langsung bertemu Lakshya Sen.