POTADS Ajak Orang Tua Anak dengan Down Syndrome Ikuti Peringatan HSDD 2019

Sejumlah orangtua anak dengan Down Syndrome saat berkunjung di Harian Jogja, Jumat (29/3/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
29 Maret 2019 19:52 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Yogyakarta menggelar sejumlah rangkaian kegiatan dalam hari Down Syndrome Sedunia atau dikenal dengan Hari Sindroma Down Dunia (HSDD) 2019. Puncak kegiatan ini akan dihelat pada 6 April Hingga 7 April 2019 di GOR Among Rogo. Panitia mengajak seluruh orangtua anak dengan Down Syndrome untuk turut serta dalam kegiatan ini.

Ketua Potads Yogyakarta Sri Rejeki Ekasasi menjelaskan dalam rangkaian HSDD 2019 sebelumnya telah digelar pra kegiatan yang dilakukan secara internal pada 23 Maret hingga 24 Maret 2019 lalu yang bertempat di rumah salah satu anggota. Adapun bentuk kegiatannya seperti camping serta foto bersama seluruh anggota Potads Yogyakarta. "Kemudian ada lomba fashion, menyanyi dan lomba balita juga," katanya saat berkunjung di Kantor Harian Jogja, Jumat (29/3/2019).

Sedangkan perayaan secara umum rencananya akan dihelat pada 6 April hingga 7 April 2019 mendatang di GOR Among Rogo. Dalam kegiatan itu akan ada talkshow berkiatan dengan Down Syndrome, salah satu tema yang diangkat terkait ketenagakerjaan. Ia beralasan tema itu sengaja diangkat karena banyak anak dengan Down Syndrome yang sudah dewasa sehingga ke depan perlu menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu panitia sengaja menghadirkan pihak Dinas Sosial DIY, Disdikpora DIY dan utamanya Disnakertrans DIY.

"Kami sangat berharap seluru orangtua anak dengan Down Syndrome ini bisa hadir dalam kegiatan ini. Termasuk talkshow ini akan bermanfaat ke depannya, karena saat ini banyak yang sudah dewasa. Termasuk ada materi pendidikan vokasi dan pengenalan kebencanaan karena Indonesia ini kan rawan bencana," ujarnya.

Sekretaris Panitia HSDD 2019 Titik Rahayuningsih menambahkan, pada pelaksanaan 7 April 2019 akan ada penampilan menarik, salah satunya tarian atau senam bersama anak dengan Down Syndrome dan orangtua. Adapun tarian ini ini secara khusus diciptkan oleh Dian HP dengan koreografer profesional dari Jakarta lainnya yang terlibat. "Ini semacam dance, target ada sekitar 3.000 yang mengikuti ini, kebetulan ini tarian kan sudah diviralkan kemudian kami sepakat untuk ditampilkan apda HSDD 2019. Termasuk nanti ada senam silat kreasi dari mahasiswa UNY," katanya.

Sri Rejeki Ekasasi mengatakan pihaknya terus mengupayakan sosialisasi Down Syndrome ke berbagai kalangan. Saat ini organisasinya telah banyak mendapatkan dukungan seperti dari pemerintah. Bahkan ia melakukan road show ke beberapa kota di Indonesia terutama yang belum terbentuk paguyuban orangtua anak dengan Down Syndrome dengan harapan mereka bisa bergabung atau membentuk sendiri di kotanya sehingga bisa menjadi wadah saling berbagi informasi. "Kami juga ke Semarang, ketika di sana [orangtua anak dengan Down Syndrome] butuh pemateri atau dokter, kami siapkan, kami keliling ke beberapa kota," katanya.