Mulai April, Gratama Pustaka Sediakan Layanan Buku Braille untuk Tunanetra

Ilustrasi huruf braille. - Antara/Saiful Bahri
30 Maret 2019 15:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja, JOGJA—Mulai April, Perpustakaan Gratama Pustaka yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menerapkan program baru dengan mengajak penyandang tunanetra untuk bisa menikmati layanan buku-buku braille.

Kepala Balai Layanan Perpustakaan, Nur Satwiko, mengatakan selama ini Perpustakaan Gratama Pustaka memiliki ruang perpustakaan dan koleksi buku-buku braille. Fasilitas tersebut banyak digunakan oleh kalangan disabilitas tunanetra untuk membaca dan memperluas pengetahuan.

"Mulai April kami menjemput kalangan tunanetra untuk ke perpustakaan. Mereka akan kami jemput dengan bus yang kami miliki," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (29/3/2019).

Nur menjelaskan koleksi buku-buku braille di perpustakaan tersebut beragam. Bahkan jumlahnya mencapai ratusan buku, mulai buku pelajaran, novel hingga bacaan umum. Untuk tahap pertama, program tersebut akan dilaksanakan sebulan sekali. "Setidaknya mereka bisa tahu koleksi buku-buku braille di sini. Ini program baru kami untuk meningkatkan literasi bagi kalangan disabilitas," katanya.

Nur mengaku mengomunikasikan program tersebut dengan sejumlah yayasan dan sekolah bisa untuk menggelar kunjungan ke perpustakaan. Dia berharap, penyandang tunanetra juga terlibat untuk memberi katalog sesuai keahlian mereka. Jadi saat mereka mencari judul buku sesuai katalog yang disiapkan, dengan meraba mereka tahu oh judulnya ini koleksinya di sini. "Mereka juga tahu membaca buku sesuai dengan petunjuk teknis membaca dengan huruf braille," katanya.

Selain itu, perpustakaan milik Pemda DIY tersebut juga menjalankan program dilevery order bagi pemustaka istimewa. Pemustaka istimewa dipilih melalui seleksi, salah satunya intensitas mereka menggunakan layanan perpustakaan. "Misalnya Pak Sekda DIY [Gatot Saptadi]. Kami beri aplikasi untuk meminjam buku. Kalau mau pinjam tinggal telepon kemudian buku kami antar melalui kurir," katanya.

Setelah itu, tujuh hari buku tersebut akan ditagih, apakah peminjam akan meneruskan pinjaman atau mengembalikan. Kalau ingin mengembalikan, maka ada kurir untuk mengambil koleksi yang dipinjam. "Kami masih melayani di radius 10 kilometer dan koleksi umum untuk pemustaka istimewa. Target tahun ini kami akan menggaet lebih dari 50 pemustaka istimewa," katanya.

Sebelumnya, Kepala DPAD DIY, Monika Nur Listiyani, mengatakan saat ini jumlah pemustaka istimewa baru berjumlah 12 orang. DPAD terus melakukan inovasi layanan perpustakaan untuk meningkatkan literasi. "Yang terpenting, bagaimana semua layanan yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," katanya.