Jalan Menuju Pantai Congot Hanya Boleh Dilewati Warga

Sejumlah nelayan menghitung hasil tangkapan bersama pengepul ikan di Pantai Congot, Kamis (4/10/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
30 Maret 2019 10:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Jalan menuju kawasan Pantai Congot, Kecamatan Temon, yang sempat ditutup oleh PT Angkasa Pura I (PT AP I), untuk sementara waktu boleh dilewati. Meski demikian, hanya warga sekitar dan memiliki usaha di sekitar pantai yang boleh melintas.

Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I, Taochid Purnama Hadi, mengatakan jalan menuju Pantai Congot boleh dilewati mobil maupun motor, tapi terbatas hanya untuk para nelayan dan petambak. Untuk kepentingan wisata tidak diizinkan, mengingat jalan yang berada di ujung barat runway merupakan area IPL NYIA.

"Penutupan jalan secara permanen masih akan dibahas lagi bersama Pemkab Kulonprogo. Hasil diskusi, Pemkab akan menyiapkan lahan di luar batas bandara untuk pembuatan jalan pengganti. Siapa yang bangun, nanti kami diskusikan lagi," kata Taochid, Jumat (29/3/2019).

Taochid menjelaskan alasan penutupan jalan menuju Pantai Congot beberapa waktu lalu lantaran untuk pembuatan saluran drainase. Saluran tersebut berada di bagian barat area IPL NYIA dan terhubung langsung dengan runway. Dia memastikan meski sempat ada kendala, tidak akan menghambat ataupun memengaruhi verifikasi.

Tahap verifikasi oleh Kementerian Perhubungan rencananya dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah aspek yang dinilai antara lain kualitas infrastruktur, operasional, hingga keamananan dan keselamatan.

Dia berharap hasil verifikasi nantinya bersifat rekomendasi keputusan pengoperasian sambil dilakukan perbaikan, bukan mandatory atau perbaikan terlebih dulu sebelum dioperasikan. Namun jika hasil akhir ternyata mandatory, Taochid berharap tidak terlalu banyak agar NYIA bisa segera selesai.

Terkait dengan progres NYIA, saat ini telah mendekati 90% untuk pengoperasian perdana pada April 2019. Untuk pengoperasian penuh yang ditargetkan akhir 2019 berkisar 38%. Di area landasan pacu, saat ini dilakukan pengaspalan lapis terakhir. Adapun luas yang sudah teraspal sekitar 2.000 meter dari total panjang runway 3.250 meter.

Untuk area terminal, menurut Taochid, saat ini sudah masuk tahap penyelesaian. Pada pengoperasian minimum, sebanyak tiga unit garbarata atau belalai pendekat ke badan pesawat sudah terpasang. "Bakal dipasang satu garbarata lagi, diteruskan pemasangan lampu. Dalam sepekan ke depan diharapkan pembuatan markah landasan bisa dimulai," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan warga dari bebeerapa desa di sekitar proyek NYIA menggelar aksi demo pada Rabu (27/3). Musababnya akses menuju Pantai Congot ditutup secara sepihak oleh PT AP I.

Kepala Dusun Nglawang, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Supandi, mengungkapkan aksi unjuk rasa dilakukan warga dari tiga desa yakni Desa Jangkaran, Sindutan dan Palihan. Demo muncul karena sikap PT AP I yang terkesan mengingkari janji untuk membuatkan jalan alternatif bagi warga. Dia menegaskan, warga mendukung penuh proyek pembangunan NYIA. Namun janji yang telah disampaikan pemrakarsa proyek tetap harus dipenuhi.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, meminta PT AP I mencari solusi terkait dengan adanya tuntutan warga yang menginginkan jalan alternatif. "Kami sudah minta agar dibangun jalan pengganti," kata Hasto.