New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Pagelaran Seni Budaya Milenial di Kembaran RT 06, Kasihan, Bantul, ada Sabtu (6/6/2019)/Harian Jogja-Kiki Luqman (ST16)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata DIY bekerja sama dengan Forum Muda Mudi Kembaran RT 06 (FORMAD) menyelenggarakan pagelaran Seni Budaya Milenial pada Sabtu (6/6/2019) malam, pukul 20.00-22.30 WIB, di Kembaran RT 06, Kasihan, Bantul.
Acara yang mengangkat tema tentang Berbeda-Beda Saturasa tersebut menampilkan satu tari tradisional, satu tari modern, pantomim oleh Wawan, dan juga Deo dari Klenik Genk serta musik elekton dari Ndoko Entertainment.
“Ini merupakan salah satu progam dari Dinas Pariwisata DIY tentang pengembangan destinasi wisata melalui seni dan budaya, dan memang kami dari pemda DIY khusunya di Dinas Pariwisata memang sedang gencar-gencarnya untuk menginisiasi destinasi wisata yang kita miliki untuk menyambut bandara baru serta agar perekonomian warga meningkat lewat seni dan budaya,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Purbodiningrat, ketika ditemui Harian Jogja di lokasi acara.
Menurut dia, acara seni budaya tersebut bagus untuk digelar di destinasi-destinasi wisata yang ada di DIY. Selain untuk memperkenalkan budaya, acara gelar seni dan budaya itu mampu mencegah kepunahan jiwa seni dan budaya di kalangan remaja masa kini.
“Jadi acara ini digelar agar para generasi milenial tidak kehilangan jiwa seni yang dibalut oleh budaya sekitar. Semoga kedepannya generasi milenial tidak melupakan budaya yang kita miliki, soalnya budaya ini harus kita jaga dan jangan sampai luntur,” lanjut Purbodiningrat.
Meriahnya acara tersebut disambut baik oleh warga sekitar dan juga para anggota FORMAD yang tergabung dalam kepanitiaan. Penyelenggara serta pekerja seni daerah Kembaran, Widiatmoko mengatakan di daerahnya memang sangat membutuhkan panggung-panggung pagelaran seni yang didukung oleh pemerintah.
“Sebenarnya di Dusun Kembaran sangat banyak pekerja seni, mulai dari tradisional maupun milenial. Dengan adanya pagelaran seni dan budaya yang didukung pemerintah kan tentunya bisa menjadi wadah bagi kami untuk berekspresi, kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pariwisata serta Kanjeng Purbo [KPH Purbodiningrat] yang turut hadir. Semoga kedepannya acara seperti ini semakin banyak,” kata Widi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.