Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Editor buku Jadi Jutawan dari Bisnis Gerobak memaparkan materinya dalam Bedah Buku Jadi Jutawan dari Bisnis Gerobak di Balai Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul, Selasa (9/4/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah diskusi dan bedah buku Jadi Jutawan dari Bisnis Gerobak di Balai Desa Tirtohargo, Kretek, Bantul, Selasa (9/4/2019). Bedah buku dengan tema bisnis tersebut sengaja dilakukan supaya memantik warga menjadi pengusaha.
Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Suwardi mengatakan bahwa komisinya bersama DPAD DIY sengaja ingin mendekatkan buku kepada masyarakat agar meningkatkan minat baca di masyarakat. Selain meningkatkan minat baca, bedah buku tersebut juga diharapkan memacu warga untuk menjadi pengusaha.
Sejauh ini diakuinya di Desa Tirtiharho sebagian besar masyarakatnya adalah petani. Namun tidak ada salahnya pertanian dipadukan dengan bisnis. "Dengan masyarakat menjadi pengusaha, maka akan tumbuh kampung-kampung bisnis di Bantul. Dari yang dulunya petani biasa kemudian menjadi petani agribisnis," kata Suwardi, salah satu narasumber dalam bedah buku tersebut.
Suwardi mengatakan dalam berbisnis tidak harus langsung besar, namun bisa dimulai dari hal yang paling kecil. Sebagai panduan bisnis, warga bisa belajar langsung dengan praktisi dan motivator dalam memulai bisnis yang dihadirkan langsung dalam diskusi dan bedah buku itu. “Masyarakat Bantul harus mempersiapkan diri, terlebih Bantul menjadi daerah pariwisata unggulan,” ucap dia.
Ainun Latifa, selaku editor buku mengatakan buku tersebut dapat menjadi panduan masyarakat dalam memulai usaha dengan sebuah gerobak karena merinci cara memulai hingga estimasi dana. "Buku ini akan memberikan ide kepada pembaca, sehingga akan tahu bagaimana memulai usaha dan berapa biayanya," kata Ainun.
Kasi Pengembangan Minat dan Budaya Baca DPAD DIY, Aris Widiyanto mengatakan bedah buku Jadi Jutawan dari Bisnis Grobak di Balai Desa Tirtohargo merupakan putaran ke-44 dari target 60 putaran selama tahun ini yang digelar di empat kabupaten dan satu kota. "Supaya tidak hanya mendengarkan ilmu dari narasumber tapi bisa dibaca lagi di rumah dan harapannya dibaca sama anggota keluarga lainnya juga," kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.
LPS mempertahankan bunga penjaminan hingga Januari 2027. Simpanan rupiah bank umum tetap 3,75%, BPR 6,25%, dan valas 2%.