BP Tapera Tebar Rp8,83 Triliun Buat Pejuang KPR, Ini Realisasinya
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dana desa (DD) yang dikucurkan sebanyak Rp90 miliar untuk semua desa di Kulonprogo tahun ini didorong bisa dimanfaatkan untuk bidang kesehatan meski dalam realisasinya tetap paling banyak dimanfaatkan untuk infrastuktur.
Pelaksana Harian Kepala Dinkes Kulonprogo Ananta Kogam Dwi Korawan mengungkapkan desa harus bisa memaksimalkan dana desanya untuk kesehatan karena sumber anggaran dari Dinkes melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) terbatas bagi tiap desa.
Dana desa bisa dimanfaatkan bagi beberapa program seperti pengembangan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) atau untuk operasional kegiatan terkait dengan kesehatan. "Bisa juga digunakan untuk PMT [pemberian makanan tambahan] atau jamban desa,” ujarnya kepada Harian Jogja, Rabu (10/4/2019).
Berdasarkan Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI No.16/2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2019, dana desa bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kesehatan yang diantaranya meliputi penyediaan air bersih, PMT untuk bayi dan balita sampai pelatihan pemantauan perkembangan kesehatan ibu hamil atau ibu menyusui.
Tahun ini, Kulonprogo mendapatkan total dana desa sebanyak Rp90 miliar. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai Rp76 miliar. Kepala Seksi Keuangan dan Pendapatan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Kulonprogo, Joko Susanto, mengatakan pencairan dana desa sudah dilakukan pada Februari lalu untuk tahap pertama.
Soal pemanfaatan dana desa secara keseluruhan diserahkan pada tiap desa melalui musyawarah. “Untuk pemanfaatan ada aturannya namun secara keseluruhan kebijakan pemanfaatan itu ada di musyawarah desa. Relatif di tahun ini masih tetap paling banyak untuk infrastuktur,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selama Januari 2024-awal Mei 2024, BP Tapera telah menyalurkan dana untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi sebesar Rp8,83 triliun.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.