DLH Sebut Kualitas Udara di Sleman Baik

Hujan di Tempel, Sleman. - Harian Jogja/Nina Atmasari
15 April 2019 10:37 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mencatat bahwa kualitas udara di Sleman masih dalam kondisi yang baik

Kepala DLH Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan berdasarkan indeks kualitas udara, saat ini nilai kualitas udara di Sleman ada di skor 70 hingga 80. “Indeks kualitas udara masih tergolong baik, di Sleman, yang kurang baik itu adalah indeks kualitas air,” kata dia saat dihubungi Minggu (14/4/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, salah satu penyebab pencemaran udara adalah asap yang keluar dari kendaraan bermotor, terutama, kendaraan yang berhenti pada simpang-simpang saat lampu merah.

“Ada dua cara untuk penanganannya, bisa cek langsung ke sumbernya, atau cek kendaraan, bisa juga menambah pohon perindang jalan untuk menyerap emisi gas buang," jelas dia.

Menurutnya, menambah pohon perindang jalan merupakan cara terbaik. Selain dapat menyerap emisi karbon, kata dia, keberadaan pohon juga membuat suasana lebih sejuk

“Untuk penambahan pohon lebih difokuskan pada beberapa simpang yang banyak kendaraan berhenti, namun, kendalanya ada pada lahan yang terbatas,” kata dia.

Kepala Bidang Lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman Sulton Fatoni mengatakan, dengan lalu lintas yang padat, kendaraan akan berjalan lambat.

“Kendaraan yang lambat membuat pembakaran jadi tidak sempurna, akibatnya tingkat polusi menjadi tinggi, sering terjadi di ruas jalan yang macet,” kata dia.

Ke depan, kata Sulton, pihaknya akan mengusahakan untuk memasang pengukur indikator kualitas udara. Terutama pada simpang-simpang yang padat lalu lintas.

"Sehingga kalau emisi karbonnya tinggi ada alternatif kebijakan atau paling tidak ditambah tumbuhan penyerap karbon," tutup dia.