KPU Kulonprogo Distribusikan Logistik dalam 2 Hari

Ilustrasi. - JIBI/Nicolous Irawan
15 April 2019 07:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo menjadwalkan distribusi logistik ke seluruh kecamatan selesai dalam dua hari dengan pengawalan ketat dari polisi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo memastikan logistik pemilu diberikan pengamanan oleh kepolisian dan TNI saat distribusi. Distribusi direncanakan dilakukan pada Senin (15/4/2019) ini dan terakhir pada Selasa (16/4/2019).

Ketua KPU Kulonprogo Ibhah Muthiah mengatakan lembagnya sudaj berkoordinasi dengan Polres Kulonprogo untuk pengamanan logistik, termasuk soal rute jalannya logistik dari gudang KPU menuju kecamatan.

“TNI dilibatkan untuk mendukung pengamanan,” ungkapnya, Sabtu (13/4). Selama dua hari pendistribusian, pada Senin ini KPU mengirim logistik Pemilu untuk enam kecamatan sedangkan esok harinya juga enam kecamatan.

Pada Senin ini, KPU mengirim logistik ke Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Nanggulan, Pengasih dan Kokap. Untuk Selasa, pengiriman menuju Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah dan Sentolo.

Pengiriman hari pertama dipilih kecamatan yang mayoritas di perbukitan Menoreh karena jalur pengiriman lebih sulit dilalui dibanding enam kecamatan lainnya di hari kedua. Sampai kemarin, logistik pemilu disimpan di gudang KPU Kulonprogo dengan pengamanan sedikitnya lima personel Polres.

Wakil Kepala Polres Kulonprogo Komisaris Polisi Dedi Surya Dharma mengungkapkan Polres siap memberikan pengamanan pada setiap tahapan pemilu yang ada. Dia berharap di tahun ini gelaran pemilu berjalan aman dan damai.

“Polisi tentu saja fokus pengamanan tetapi juga tetap bersinergi dengan unsur terkait dan yang pasti menjaga netralitas,” ucapnya. Polres Kulonprogo bersama dengan TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja Kulonprogo sebelumnya telah membentuk tim pengamanan pemilu.

Tim gabungan tersebut berjumlah 1.187 personel. Berbagai persiapan sudah dilakukan mulai dari penyiapan infrastuktur penunjang dan alat khusus serta simulasi pengamanan Pemilu yang dilakukan pada Maret lalu.