Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi Partai Nasdem/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Gunungkidul optimistis meraih minimal enam kursi pada Pemilu 2019. Capaian ini meningkat pesat apabila dibandingkan dengan raihan pada Pemilu 2014 dengan dua kursi di DPRD Gunungkidul.
Politikus Partai Nasdem Gunungkidul, Suharno, mengatakan rekapitulasi suara hasil pemilu legislatif (pileg) masih berlangsung di tingkat kecamatan. Meski demikian, berdasarkan hitung-hitungan internal partai, Nasdem bisa memperoleh paling sedikit enam kursi. Kalkulasi perolehan ini berasal dari dapil 1 memperoleh dua kursi, serta dapil 2,3,4 dan 5 masing-masing satu kursi. “Jumlah ini [enam kursi] yang sudah pasti. Tapi perhitungan masih belum final,” kata Suharno kepada wartawan, Minggu (21/4/2019).
Menurut dia, jumlah perolehan ini kemungkinan bisa bertambah karena di dapil 3 dan 5 masih berpeluang mendapatkan satu kursi. “Kami masih menunggu hasilnya. Mudah-mudahan bisa memperoleh tujuh atau maksimal delapan kursi,” katanya.
Capaian Nasdem yang mengamankan minimal enam kursi merupakan lesatan yang luar biasa. Pasalnya, di Pemilu 2014 partai ini hanya memperoleh dua kursi di DPRD Gunungkidul. “Keberhasilan ini berkat kerja keras sukarelawan dan para caleg untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” kata mantan Ketua DPRD Gunungkidul ini.
Hal berbeda dialami DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Gunungkidul karena di pemilihan tahun ini perolehan kursi diprediksi turun. Jika di Pemilu 2014 bisa memperoleh tujuh kursi, tahun ini diprediksi hanya meraih lima kursi dengan rincian masing-masing dapil satu kursi. “Tidak sesuai target,” kata Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi.
Dia menjelaskan, sebelum pemilihan berlangsung PAN menargetkan di dapil 1 dan 3 memperoleh empat kursi. Namun pada penghitungan internal partai, di dua dapil ini hanya meraih dua kursi. “Jadi secara kalkulasi ada penurunan bila dibandingkan dengan perolehan pada Pemilu 2014,” ujar anggota DPRD DIY ini.
Penurunan jumlah kursi juga dialami DPC Partai Gerindra Gunungkidul. Meski masih menunggu perhitungan akhir di tingkat kecamatan yang selesai Rabu (24/4), ada potensi jumlah kursi yang diperoleh turun dibandingkan dengan capaian 2014. “penghitungan masih berjalan, tetapi sebagai gambaran di dapil 3 pada Pemilu 2014 memperoleh dua kursi, tapi sekarang hanya satu. Jadi, ini akan berpengaruh terhadap capaian secara akumulasi di tingkat kabupaten. Untuk kepastian kami masih menunggu rekapitulasi di tingkat kecamatan sehingga terlihat dengan jelas perolehan kursinya,” kata politikus Partai Gerindra, Purwanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.