MI YAPPI Natah Gunungkidul Dibakar, Polisi Temukan Botol Berisi Solar
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.
Ilustrasi Partai Nasdem/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Gunungkidul optimistis meraih minimal enam kursi pada Pemilu 2019. Capaian ini meningkat pesat apabila dibandingkan dengan raihan pada Pemilu 2014 dengan dua kursi di DPRD Gunungkidul.
Politikus Partai Nasdem Gunungkidul, Suharno, mengatakan rekapitulasi suara hasil pemilu legislatif (pileg) masih berlangsung di tingkat kecamatan. Meski demikian, berdasarkan hitung-hitungan internal partai, Nasdem bisa memperoleh paling sedikit enam kursi. Kalkulasi perolehan ini berasal dari dapil 1 memperoleh dua kursi, serta dapil 2,3,4 dan 5 masing-masing satu kursi. “Jumlah ini [enam kursi] yang sudah pasti. Tapi perhitungan masih belum final,” kata Suharno kepada wartawan, Minggu (21/4/2019).
Menurut dia, jumlah perolehan ini kemungkinan bisa bertambah karena di dapil 3 dan 5 masih berpeluang mendapatkan satu kursi. “Kami masih menunggu hasilnya. Mudah-mudahan bisa memperoleh tujuh atau maksimal delapan kursi,” katanya.
Capaian Nasdem yang mengamankan minimal enam kursi merupakan lesatan yang luar biasa. Pasalnya, di Pemilu 2014 partai ini hanya memperoleh dua kursi di DPRD Gunungkidul. “Keberhasilan ini berkat kerja keras sukarelawan dan para caleg untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” kata mantan Ketua DPRD Gunungkidul ini.
Hal berbeda dialami DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Gunungkidul karena di pemilihan tahun ini perolehan kursi diprediksi turun. Jika di Pemilu 2014 bisa memperoleh tujuh kursi, tahun ini diprediksi hanya meraih lima kursi dengan rincian masing-masing dapil satu kursi. “Tidak sesuai target,” kata Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi.
Dia menjelaskan, sebelum pemilihan berlangsung PAN menargetkan di dapil 1 dan 3 memperoleh empat kursi. Namun pada penghitungan internal partai, di dua dapil ini hanya meraih dua kursi. “Jadi secara kalkulasi ada penurunan bila dibandingkan dengan perolehan pada Pemilu 2014,” ujar anggota DPRD DIY ini.
Penurunan jumlah kursi juga dialami DPC Partai Gerindra Gunungkidul. Meski masih menunggu perhitungan akhir di tingkat kecamatan yang selesai Rabu (24/4), ada potensi jumlah kursi yang diperoleh turun dibandingkan dengan capaian 2014. “penghitungan masih berjalan, tetapi sebagai gambaran di dapil 3 pada Pemilu 2014 memperoleh dua kursi, tapi sekarang hanya satu. Jadi, ini akan berpengaruh terhadap capaian secara akumulasi di tingkat kabupaten. Untuk kepastian kami masih menunggu rekapitulasi di tingkat kecamatan sehingga terlihat dengan jelas perolehan kursinya,” kata politikus Partai Gerindra, Purwanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.
Prabowo menegaskan pelaku karhutla akan ditindak. Izin korporasi bisa dicabut jika terbukti melakukan pelanggaran hukum.
LRT Jabodebek mencatat rekor 3,06 juta penumpang pada Juli 2026, tertinggi sejak beroperasi dan tumbuh 21% secara tahunan.
BMKG mencatat 776 titik panas di Kalsel pada Sabtu. Sebaran asap meluas ke Kalteng dan Kaltim, sementara jarak pandang turun hingga 200 meter
Suadesa Festival 2026 menghadirkan 40 UMKM dengan produk kerajinan, makanan dan kuliner untuk memperluas pasar serta menjaring pelanggan baru
DPRD Kota Jogja mendorong korban kekerasan mendapat pendampingan hingga pulih dari trauma melalui Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak.