Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Aksi flash mob siswa SMAN 6 Jogja, pada peringatan Hari Kesehatan Dunia, di lapangan parkir Stadion Mandala Krida, Jogja, Sabtu (4/5/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Guna memperingati Hari Kesehatan Dunia, Dinas Kesehatan DIY menggelar talkshow dan senam yang mengusung tema Ayo Bergerak, Jangan Mager, di lapangan parkir Stadion Kridosono, Sabtu (4/5/2019). Kegiatan ini dimeriahkan dengan senam bersama, flash mob, talkshow dan diisi stan dari sejumlah dinas terkait.
Sekretaris Dinas Kesehatan DIY, Badriah, mengatakan tema ini diangkat sebagai respons atas gaya hidup masyarakat saat ini yang terlalu banyak duduk di depan komputer atau gawai, dan malas bergerak. Menurutnya, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan banyak penyakit.
Ia mengimbau masyarakat menerapkan CERDIK, yakni cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres. Ini merupakan wujud dari program yang digagas pemerintah, yakni Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
Dokter penyakit dalam RSUD Sardjito, Heni Sinorita, menjelaskan salah satu penyakit yang kerap timbul akibat kurang gerak adalah diabetes dan obesitas. Hal ini terjadi karena kita terus menumpuk kalori tanpa ada pembakaran secara rutin.
Ia menyarankan, jangan terlalu lama duduk, dengan waktu maksimal 30 menit. Setiap 30 menit setidaknya lakukan gerakan sederhana, atau senam peregangan jika memungkinkan. Pastikan selalu menghitung berapa kalori yang masuk dan keluar.
Heni mencontohkan dirinya sendiri di kantor tidak pernah menggunakan lift. Setiap naik ke lantai tiga, ia selalu menggunakan tangga. Hal ini menurutnya bagus untuk membakar kalori dalam tubuh.
Adapun acara kali ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Dunia yang digelar Dinkes DIY. Rangkaian acara dimulai pada April lalu, dengan melaksanakan rapat kerja kesehatan daerah membahas lima isu strategis yang harus segera dituntaskan.
Lima isu ini di antaranya imunisasi, pencegahan penyakit tidak menular, penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan penyakit TB dan stunting yang menyebabkan tubuh anak pendek. "Meski prevalensi DIY sudah lebih rendah dari nasional, tapi tetap kami tekan," katanya.
Dinas Kesehatan juga mengadakan lomba senam peregangan yang diikuti rumah sakit se-DIY dan lomba flash mob diikuti pelajar tingkat SMA sederajat. Adapun lomba senam peregangan dimenangkan RSUD Wonosari, dan lomba flash mob dimenangkan SMAN 6 Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Kelok 23 masih uji coba hingga 20 September 2026. Evaluasi 21 September menentukan kelayakan jalan sebelum dibuka untuk umum.