HARI KESEHATAN : Dinkes DIY Ajak Masyarakat Bergerak

Aksi flash mob siswa SMAN 6 Jogja, pada peringatan Hari Kesehatan Dunia, di lapangan parkir Stadion Mandala Krida, Jogja, Sabtu (4/5/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
04 Mei 2019 21:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Guna memperingati Hari Kesehatan Dunia, Dinas Kesehatan DIY menggelar talkshow dan senam yang mengusung tema Ayo Bergerak, Jangan Mager, di lapangan parkir Stadion Kridosono, Sabtu (4/5/2019). Kegiatan ini dimeriahkan dengan senam bersama, flash mob, talkshow dan diisi stan dari sejumlah dinas terkait.

Sekretaris Dinas Kesehatan DIY, Badriah, mengatakan tema ini diangkat sebagai respons atas gaya hidup masyarakat saat ini yang terlalu banyak duduk di depan komputer atau gawai, dan malas bergerak. Menurutnya, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan banyak penyakit.

Ia mengimbau masyarakat menerapkan CERDIK, yakni cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres. Ini merupakan wujud dari program yang digagas pemerintah, yakni Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

Dokter penyakit dalam RSUD Sardjito, Heni Sinorita, menjelaskan salah satu penyakit yang kerap timbul akibat kurang gerak adalah diabetes dan obesitas. Hal ini terjadi karena kita terus menumpuk kalori tanpa ada pembakaran secara rutin.

Ia menyarankan, jangan terlalu lama duduk, dengan waktu maksimal 30 menit. Setiap 30 menit setidaknya lakukan gerakan sederhana, atau senam peregangan jika memungkinkan. Pastikan selalu menghitung berapa kalori yang masuk dan keluar.

Heni mencontohkan dirinya sendiri di kantor tidak pernah menggunakan lift. Setiap naik ke lantai tiga, ia selalu menggunakan tangga. Hal ini menurutnya bagus untuk membakar kalori dalam tubuh.

Adapun acara kali ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Dunia yang digelar Dinkes DIY. Rangkaian acara dimulai pada April lalu, dengan melaksanakan rapat kerja kesehatan daerah membahas lima isu strategis yang harus segera dituntaskan.

Lima isu ini di antaranya imunisasi, pencegahan penyakit tidak menular, penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan penyakit TB dan stunting yang menyebabkan tubuh anak pendek. "Meski prevalensi DIY sudah lebih rendah dari nasional, tapi tetap kami tekan," katanya.

Dinas Kesehatan juga mengadakan lomba senam peregangan yang diikuti rumah sakit se-DIY dan lomba flash mob diikuti pelajar tingkat SMA sederajat. Adapun lomba senam peregangan dimenangkan RSUD Wonosari, dan lomba flash mob dimenangkan SMAN 6 Jogja.