Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sleman Janji Perkuat Layanan
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia- Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah caleg DPRD DIY pada Pemilu 2019 memperoleh suara dengan perbedaan sangat tipis dari kompetitornya. Gugatan sengketa pemilu berpotensi diajukan.
Salah satu raihan suara yang sangat tipis dengan kompetitor dialami caleg petahana Yoeke Indra Agung Laksana. Politikus yang kini menjabat Ketua DPRD DIY itu bertarung di Dapil 2 (Bantul Timur) dan harus menerima kekalahan pahit karena perolehan suaranya kalah dibandingkan raihan suara koleganya di PDIP Ispriyatun Kathir Triatmojo.
Namun selisih raihan suara antara Youke dan Kathir sangat tipis hanya terpaut 16 suara. Kathir memperoleh suara 17.103 atau lebih banyak 16 suara dibandingkan Yoeke yang mendapatkan 17.087 suara.
"Iya, tapi ini prosesnya kan belum ditetapkan oleh KPU RI. Nunggu apakah ada sengketa atau tidak. Kalau pak Yoeke mau mengajukan sengketa itu hak beliau," kata Ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto, Senin (13/5/2019).
Dijelaskan Bambang, kasus serupa juga pernah dialami dua kadernya pada Pemilu 2014 di wilayah Sleman. Bahkan dua kadernya hanya terpaut empat suara saja. Namun hasil ketetapan dari KPU kemudian menetapkan salah satu Caleg mendapatkan kursi di DPRD DIY.
Sebelumnya Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono menyatakan potensi terjadinya Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) antarkandidat ke Mahkamah Konstitusi (MK) berpeluang terjadi. Hal ini dikarenakan ada selisih suara yang cukup tipis antara Caleg yang berpeluang lolos dengan Caleg yang gagal.
Salah satu perolehan suara yang tipis terjadi untuk Caleg DPR RI dari PKB. Total suara yang diraih petahana Agus Sulistiyono di empat daerah (Gunungkidul, Bantul, Kota Jogja dan Kulonprogo) sebanyak 64.552 suara sementara Sukamto hanya meraih 32.468 suara. Begitu suara dari Sleman masuk, perolehan suara berbalik. Di Sleman Sukamto meraih 53.473 suara berbalik unggul dengan suara Agus Sulis yang hanya mendapatkan 18.496 suara. Hasil akhirnya, Sukamto dengan raihan 85.941 suara mampu mengalahkan incumbent Agus Sulistiyono yang meraih 83.048 suara atau selisih sekitar 2.893 suara.
Untuk wilayah DIY, peluang terjadinya PHPU juga memungkinkan. Apalagi ada beberapa pihak yang mendatangi Bawaslu DIY untuk mengumpulkan data C1 sebagai pembanding. Data hanya boleh disalin atau dipotret tetapi tidak sampai keluar.
"Potensi PHPU itu biasanya bagi selisih suara yang tipis antara kandidat yang kalah dan yang menang. Sepanjang buktinya kuat, bisa saja (PHPU) dikabulkan. Tapi itu semua MK yang memutuskan," kata Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Jadwal KA Bandara YIA September 2026 rute Tugu Jogja–YIA PP lengkap dengan tarif tiket reguler, Xpress, dan panduan cara pembelian online
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 11 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.