Beda Tipis, Hasil Pemilu 2 Caleg DPRD DIY Ini Hanya Terpaut 16 Suara

Ilustrasi. - Bisnis Indonesia/ Nurul Hidayat
13 Mei 2019 18:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah caleg DPRD DIY pada Pemilu 2019 memperoleh suara dengan perbedaan sangat tipis dari kompetitornya. Gugatan sengketa pemilu berpotensi diajukan. 

Salah satu raihan suara yang sangat tipis dengan kompetitor dialami caleg petahana Yoeke Indra Agung Laksana. Politikus yang kini menjabat Ketua DPRD DIY itu bertarung di Dapil 2 (Bantul Timur) dan harus menerima kekalahan pahit karena perolehan suaranya kalah dibandingkan raihan suara koleganya di PDIP Ispriyatun Kathir Triatmojo.

Namun selisih raihan suara antara Youke dan Kathir sangat tipis hanya terpaut 16 suara. Kathir memperoleh suara 17.103 atau lebih banyak 16 suara dibandingkan Yoeke yang mendapatkan 17.087 suara.

"Iya, tapi ini prosesnya kan belum ditetapkan oleh KPU RI. Nunggu apakah ada sengketa atau tidak. Kalau pak Yoeke mau mengajukan sengketa itu hak beliau," kata Ketua DPD PDIP DIY Bambang Praswanto, Senin (13/5/2019).

Dijelaskan Bambang, kasus serupa juga pernah dialami dua kadernya pada Pemilu 2014 di wilayah Sleman. Bahkan dua kadernya hanya terpaut empat suara saja. Namun hasil ketetapan dari KPU kemudian menetapkan salah satu Caleg mendapatkan kursi di DPRD DIY.  

Sebelumnya Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono menyatakan potensi terjadinya Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) antarkandidat ke Mahkamah Konstitusi (MK) berpeluang terjadi. Hal ini dikarenakan ada selisih suara yang cukup tipis antara Caleg yang berpeluang lolos dengan Caleg yang gagal.

Salah satu perolehan suara yang tipis terjadi untuk Caleg DPR RI dari PKB. Total suara yang diraih petahana Agus Sulistiyono di empat daerah (Gunungkidul, Bantul, Kota Jogja dan Kulonprogo) sebanyak 64.552 suara sementara Sukamto hanya meraih 32.468 suara. Begitu suara dari Sleman masuk, perolehan suara berbalik. Di Sleman Sukamto meraih 53.473 suara berbalik unggul dengan suara Agus Sulis yang hanya mendapatkan 18.496 suara. Hasil akhirnya, Sukamto dengan raihan 85.941 suara mampu mengalahkan incumbent Agus Sulistiyono yang meraih 83.048 suara atau selisih sekitar 2.893 suara.

Untuk wilayah DIY, peluang terjadinya PHPU juga memungkinkan. Apalagi ada beberapa pihak yang mendatangi Bawaslu DIY untuk mengumpulkan data C1 sebagai pembanding. Data hanya boleh disalin atau dipotret tetapi tidak sampai keluar.

"Potensi PHPU itu biasanya bagi selisih suara yang tipis antara kandidat yang kalah dan yang menang. Sepanjang buktinya kuat, bisa saja (PHPU) dikabulkan. Tapi itu semua MK yang memutuskan," kata Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono.