Ini Dia Lima Komoditas Penyumbang Terbesar Inflasi di DIY…

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
15 Mei 2019 11:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY, Probo Sukesi mengatakan angka inflasi DIY per April tahun ini 0,46%, lebih tinggi dibanding rata-rata inflasi nasional 0,44%. Ia menyebut ada lima komoditas sebagai penyumbang terbesar terjadinya inflasi di DIY.

"Bawang putih,  bawang merah,  telur, tiket pesawat, dan kelapa itu lima besar penyumbang inflasi," kata Probo, disela-sela pemantauan harga kebutuhan pokok bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY di Pasar Bantul,  Rabu (14/5/2019).

Selain inflasi per April 2019, Probo juga mencatat lanju inflasi April 2019 terhadap Desember 2018 (month on month) sebesar 1,06% lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 0,8% %. Sementata laju inflasi year on year (April 2019 terhadap April 2018) di DIY sebesar 2,98%.

Probo mengatakan tingginya inflasi menjadi kewasadaan.  Maka peninjauan harga menjadi salah satu upaya mengendalikan harga,  "Kami ingin pastikan kalaupun ada kenaikan tidak terlalu signifikan, karena dampaknya daya beli masyarakat menurun, " ujar Probo.  

Jika terjadi kenaikan komoditas pihaknya perlu mengambil tindakan untuk mengendalikan inflasi.  Seperti kenaikan bawang putih, beberapa waktu lalu,  setelah dilakukan operasi pasar sebanyak 17 ton harga di pasaran kembali normal.  Sebelumnya harga bawang putih sempat menembus angka Rp70.000 per kilogram,  namun saat ini turun di kisaran Rp35.000 per kilogram.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY,  Tri Saktiana memastikan stok bahan makanan dan harga diasaran saat ini masih dalam batas normal.  Setidaknya itu hasil pemantauan di Pasar Bantul.  Namun demikian pihaknya perlu mewaspadai adanya peningkatan permintaan jelang lebaran sehingga memengatuhi ketersediaan stok bahan makanan.

Ia mengatakan persiapan ketersediaan bahan makanan bukan hanya untuk warga DIY namun juga bagin wisatawan karena DIY menjadi salah satu tujuan wisatawan. "Sekarang masih dalam batas normal.  Harga bawang putih yang sempat dikeluhkan oleh masyarakat pada minggu lalu sekarang sudah turun bergerak normal, " kata Saktiana.

Bupati Bantul Suharsono yang ikut dalam pemantauan harga tersebut menyatakan inflasi yang terkendali merupakan syarat pertumbuhan ekonomi.  Karena itu menjadi tanggung jawab bersama mengendalikan  sehingga tidak terjadi menurunnya daya beli masyarakat.

Suharsono juga berharap penanganan inflasi yang selama ini hanya dilihat dari pasar perlu juga dilihat dari sektor produksi. "TPID tidak boleh hanya membahas harga tapi tidak menyentuh penyebab kenaikan harga.  TPID harus bekerja dari hulu sampai hilir, " kata Suharsono.