Pengakuan Perampok Uang Rp505 Juta, Uang untuk Foya-Foya, Persiapkan Aksi Jelang Lebaran

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution menunjukan barang bukti di Mapolres Kulonprogo, pada Kamis (16/5/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
17 Mei 2019 04:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Polres Kulonprogo berhasil membekuk perampok lintas provinsi yang beraksi di Kulonprogo. Tiga perampok itu menggasak uang Rp505 juta pada Maret lalu. Ketiganya berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Dua orang lainnya masih dicari.

Sebenarnya, komplotan perampok dari Palembang itu ada lima orang. Namun yang tertangkap di Pemalang hanya tiga orang saja. Ketiganya yaitu Harsono berusia 40 tahun, Beniyadi 41 tahun, dan Fery Irawan 29 tahun langsung dibawa ke Polres Kulonprogo. Dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Salah satu pelaku, Beniyadi mengaku dirinya menancapkan paku dibuat dari besi payung. "Setelah tahu mobilnya, saya tancapkan paku satu di mobil," tuturnya, saat dihadirkan dalam konferensi pers Kamis (16/5/2019).

Ia mengaku mendapatkan target seketika itu juga. "Acak aja seketika," ungkapnya.

Ia mengaku baru pertama kalinya merampok. Ia mendapatkan bagian dari hasil rampokan sebanyak Rp65 juta.

Setelah melancarkan aksi perampokan, kelima pelaku membagikan hasilnya di Tol Cipali. Beniyadi mengaku menggunakan uangnya itu untuk bayar utang dan foya-foya.

Kasus perampokan tersebut membuat uang korban atas nama Kusman raib. Total uang di dalam tas yang digasak pelaku sebanyak Rp505 juta. "Selain uang, di tasnya juga ada STNK, SIM, dan kartu ATM," tutur Kusman seorang warga Dusun Suruhan, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih.

Perampokan tersebut terjadi pada Rabu (20/3/2019) lalu. Kusman diincar pelaku saat mengambil uang di sebuah bank di Wates. Perampokan terjadi di Jalan Moch Dawam, Kecamatan Wates pada siang hari. Saat itu Kusman, sedang mengecek kondisi bannya yang gembos.

Saat lengah, tas yang berisi uang Rp505 juta itu dirampok oleh dua orang yang menggunakan sepeda motor. "Saat saya mendongkrak mobil karena ban gembos, ibu-ibu ngasih tahu saya ada orang yang ngambil tas di mobil. Dia tanya itu siapa. Saya cek, ternyata (tas) sudah tidak ada," ujar Kusman.