Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Kondisi bus sesaat setelah menabrak warung di terminal Giwangan, Minggu (19/5/2019). /Ist-Dok warga
Harianjogja.com, JOGJA- Sebuah bus menabrak warung di Terminal Giwangan, Jogja. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja kondisi bus dan warung rusak parah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kejadian naas tersebut terjadi sekitar pukul 10.20 WIB. Saat itu, mandor Efesien, Bangun, hendak memarkir bus plat AA 1603 ED di depan loket Efisiensi. Entah kenapa, bus kemudian melompati trotoar dan menabrak warung di depannya.
"Diduga karena human error," kata Bekti Zunanta, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Jogja saat dihubungi Harianjogja.com, Minggu (19/5/2019).
Dia menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja kondisi bus dan warung rusak parah. Bagian depan bus ringsek karena menabrak bagian depan warung. Sementara kondisi mandor juga baik-baik saja.
"Yang mengemudikan itu mandor bukan sopirnya. Untuk masalah pergantian kerusakan sedang dibahas secara kekeluargaan," kata Bekti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.