UAD Bertekad Tambah Startup Mahasiswa

Salah satu peserta startup mempresentasikan platform atau aplikasi digital yang dikembangkannya dalam ajang The NextDev Talent Scouting 2018 Jogja di Harper Mangkubumi Hotel Jogja, Kamis (27/9). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
23 Mei 2019 21:32 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertekad menambah jumlah startup bisnis dari mahasiswa.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Kemahasiswaan Bimawa UAD, Danang Sukantar menjelaskan untuk mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok bisnis dari generasi muda, harus terus ditingkatkan dengan memberikan mereka pelatihan, pendampingan dan pendanaan untuk permodalan startup bisnis yang mereka bangun.

"Sebagai solusi menghadapi era Revolusi Industri 4.0, generasi milenial harus mandiri. Generasi milenial itu kreatif dan inovatif, mereka menguasai sistem informasi. Itu modal penting," kata dia, Kamis (23/5/2019).

Danang menjelaskan dengan adanya pelatihan dan pendampingan, harapannya mahasiswa memiliki wawasan yang cukup, kemampuan serta kemauan untuk berwirausaha sejak masih aktif sebagai mahasiswa.

Founder startup BPONIK Vernandi Yusuf Muhammad mengatakan sebagai mahasiswa, untuk mengawali proses belajar berwirausaha bisa dimulai dengan mengikuti kompetisi bisnis yang diselenggarakan Kemenristekdikti. Misalnya Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK), Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI), CPPBT, TBIC Puspitek Dikti dan lain-lain.

"Modal utama adalah harus berangkat dari keinginan yang kuat dari diri sendiri," ujar mahasiswa semester enam Prodi Teknik Elektro FTI UAD itu.
Ia menambahkan untuk belajar berwirausaha, seseorang harus transparan dengan anggota yang lain. Caranya dengan membuat aturan terlebih dahulu, membagi tugas dengan baik, lakukan sharing baik itu ketika ada masalah ataupun tidak, untuk menjaga kesolidan tim.

Langkah selanjutnya, mencari teman yang memiliki komitmen. Carilah orang-orang yang sibuk dan memiliki kerja yang baik.

"Bukan anak-anak yang menganggur, hidupnya santai," kata peraih Juara I HKTI Awards 2018 itu.