Selama Ramadan, Permintaan Kantong Darah Meningkat

Ilustrasi General Manager Garuda Indonesia Branch Office Yogyakarta Flora Izza ketika mengikuti aksi donor darah di Kantor Gapura Angkasa Yogyakarta, Sleman, Rabu (23/1). - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
23 Mei 2019 06:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Permintaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo tinggi. Meski demikian, saat bulan puasa stok darah yang ada di PMI Kulonprogo dianggap mencukupi.

Koordinator Teknis PMI Kulonprogo, Inngusdi Didi Gautama mengatakan dari awal bulan puasa sampai saat ini, stok darah di PMI sudah habis 200 kantong. "Ini untuk setengah bulan saja sudah habis 200. Padahal rata-rata dalam sebulan penuh itu biasanya hanya habis sampai 300 kantong. Saat ini yang ada tinggal 70 kantong," tuturnya pada Rabu (22/5/2019).

Menurutnya, keperluan darah tersebut di awal bulan sudah digunakan untuk beberapa keperluan. "Di awal puasa ada yang membutuhkan trombosit. Ada yang DB (Demam Berdarah), panas dalam, juga digigit ular," jelasnya.

Ia mengatakan, kebutuhan tiap orangnya bisa enam sampai 24 kantong darah. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pihak PMI Kulonprogo rutin melakukan jemput bola donor darah. Di bulan puasa, berbeda dengan bulan biasa. PMI lebih mengandalkan donor darah dari masyarakat non muslim yang tidak berpuasa atau menggelar donor darah di malam hari.

Seperti donor darah yang digelar PMI Kulonprogo pada awal bulan puasa di Gereja Samigaluh dan Kalibawang. Selain di gereja, PMI Kulonprogo juga menggelar donor darah vihara dan beberapa instansi perusahaan.

"Jadi di awal bulan itu kami gelar donor darah pertama di AP 1 [Angkasa Pura 1], lalu setelahnya kami gelar di gereja juga vihara. Nanti akhir bulan puasa kami gelar untuk umum dan di masjid," ujarnya.

Ia mengatakan, apabila umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa dan mau mendonorkan darahnya, maka terlebih dahulu diperiksa tensinya. Apabila tensinya memungkinkan untuk donor maka siang hari pun tidak masalah. Namun apabila tensinya tidak memungkinkan, maka pihaknya menyarankan agar donor darah dilakukan malam hari setelah buka puasa.

Ia mengatakan, stok untuk setengah bulan ke depan dianggap aman dan mencukupi. Selain mengandalkan adanya jemput bola donor darah ke beberapa lokasi, pihaknya juga bisa menghubungi daftar pendonor. "Kalau stok mepet, kita SMS seluruh pendonor di Kulonprogo. Kami persilahkan untuk donor," jelasnya.