Bantul Punya Kuota 20 Orang Rehabilitasi Narkoba, Sudah Terisi Setengah

Kepala BNNK Bantul, Arfin Munajah (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (24/5/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
25 Mei 2019 21:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul tengah menyasar para pengguna dan korban penyalahguna untuk direhabilitasi tanpa harus berhadapan dengan hukum.

Total kuota yang disediakan untuk rehabilitasi rawat inap selama tiga bulan sebanyak 20 orang, namun saat ini baru terpenuhi 10 orang. Sementara rawat jalan di Puskesmas dan RS Panembahan Senopati Bantul baru dua orang.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Bantul, Tri Galih Prasetya mengatakan ada beberapa faktor terkait belum banyak masyarakat yang mengakses layanan rehabilitasi meski dibiayai gratis sepenuhnya. Di antaranya bisa terjadi karena belum mengetahui ada layanan

“Masalah lainnya karena adanya stigma dari masyarakat terhadap pengguna narkoba. Sehingga untuk mengakses layanan rehabilitasi itu malu atau takut karena merasa aib yang harus ditutupi,” kata Galih, dalam jumpa pers di kantor BNNK Bantul, Jalan Bantul, KM 9, Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Jumat (24/5/2019).

Kepala BNNK Bantul, Arfin Munajah mengatakan wilayah Bantul sudah diapit dua bandara besar berkelas internasional. Meski kedua bandara bukan berada di wilayah Bantul, namun operasional kedua bandara tersebut akan berdampak bagi Bantul sebagai daerah yang dilewati wisatawan, bahkan menjadi tujuan wisatawan berlibur. Pada sisi lain, Kulonprogo sendiri sampai saat ini belum memiliki BNNK.

“Menjadi kekhawatiran bagi kami, tapi semoga dengan bantuan banyak pihak bantul terhindar dari peredaran narkoba,” kata Arfin.