Ini Cara Petani Gunungkidul Membuat Tanaman Tetap Segar di Musim Kemarau..

Triyanto menunjukkan terong yang ditanam di lahannya seluas kurang lebih 900 meter. - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono.
26 Mei 2019 10:17 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI -- Memasuki musim kemarau para petani hanya melakukan penyiraman tanaman satu kali dalam satu hari.

Seorang petani terong di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Wiyanto, mengatakan tanaman terongnya ia siram satu hari sekali pada sore hari lantaran air hujan yang mulai menghilang. Saat ini dia mengandalkan sumur di dekat lahannya.  "Sumurnya ini dalamnya 16 meter baru keluar air," ujar Wiyanto kepada Harian Jogja, Jumat (24/5/2019)

Menurutnya, petani lainnya biasanya menyiram tanaman terong sebanyak dua kali dalam sehari. Penyiraman tidak dilakukan pada pagi hari.  "Kalau pagi cepat kering, pas malam hari masih basah karena tidak ada sinar matahari," kata dia.

Selain itu, untuk tanaman terong jika disiram secara berlebihan akan mempengaruhi rasa saat sudah matang. Ia menanam terong sudah sejak bulan Maret lalu.  Ia menyatakan, jika memang benar-benar tidak ada air para petani memilih tidak bercocok tanam.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono, menjelaskan untuk membantu petani yang kesulitan air, pihaknya telah memberikan puluhan pompa air kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di setiap kecamatan. "Kecamatan Wonosari sendiri mendapat bantuan 46 unit pompa air sejak 2012 sampai 2018," kata Raharjo.

Lebih lanjut ia menyatakan, ada beberapa wilayah yang memang daerah sawah tangkapan air hujan, jadi sawah tersebut hanya mengandalkan air hujan. "Kalau tidak ada hujan ya tidak bisa ditanami," ucapnya.

Menurutnya, laporan yang ia terima terkait dengan lahan pertanian yang kering ada di kecamatan Ponjong, Patuk, Semin, dan Gedangsari. Pada Mei ini, diperkirakan oleh BMKG masih ada curah hujan yang turun di Bumi Handayani.  "Berdasarkan BMKG curah hujan 50 sampai dengan 100 milimeter," pungkasnya.