UMY Ajak Anak Percaya Diri Berbahasa Inggris

Sejumlah anak SMP Muhdela Jogja sedang mencoba praktik story telling di sekolah mereka. Kegiatan itu dilakukan dalam bimbingan tim pengabdian masyarakat PBI UMY. - ist/tim pengabdian masyarakat PBI UMY
30 Mei 2019 22:17 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Universitas Muhanmadiyah Yogyakarta (UMY) mendorong setiap anak untuk tumbuh dengan kepercayaan diri tinggi, termasuk dalam praktik berbahasa Inggris.

Wujud nyata dorongan itu, salah satunya lewat pelatihan story telling kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 8 (Muhdela) Jogja.

Dosen yang terlibat pada pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PBI UMY), Indah Puspawati dan Sri Rejeki Murtiningsih.

Indah Puspawati mengatakan kegiatan pelatihan story telling yang berlangsung pada 6 Maret sampai 10 April 2019, merupakan salah satu wujud dari kegiatan pengabdian yang bekerja sama dengan masyarakat luas, untuk meningkatkan potensi masyarakat sekitar. Kegiatan kali ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa-siswi SMP dalam menggunakan bahasa Inggris, terutama dalam bercerita.

"Sebenarnya banyak siswa berpotensi dalam bahasa Inggris, tetapi mereka merasa kurang percaya diri ketika mereka harus menggunakannya selain untuk kepentingan ujian," kata dia, Kamis (30/5/2019).

Menurut dia, pelatihan story telling ini perlu diselenggarakan sebagai komitmen Universitas dan sekolah dalam meningkatkan potensi siswa.
Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan manfaat bagi dosen-dosen. Mereka menjadi lebih mengetahui kebutuhan masyarakat dan membantu mencari solusinya.

"Setiap tahun, dosen-dosen dari PBI UMY selalu bekerja sama dengan masyarakat dengan berbagai program,” imbuhnya.

Tim PBI yang terdiri dari dua orang dosen dan enam mahasiswa. Melatih melatih 20 siswa dalam berperan, acting, membaca dan menyanyi dalam bahasa Inggris. Semua kegiatan tadi dipraktikkan menggunakan cerita-cerita rakyat yang sudah dikenal oleh siswa.

Di akhir pelatihan, setiap kelompok menampilkan hasil pelatihan mereka dan dinilai berdasarkan kelancaran berbahasa Inggris, kejelasan pengucapan dan kemampuan acting.

Kepala SMP Muhdela Jogja, Ervin Widianto, mengungkapkan, kegiatan seperti ini merupakan kegiatan simbiosis mutualisme. Karena kedua pihak saling diuntungkan.

Selama ini, waktu belajar bahasa Inggris di dalam kelas, membuat sekolah harus berjuang untuk meningkatkan potensi siswa dengan lebih baik.
"Dengan adanya kerja sama ini, PBI UMY membantu melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler bahasa Inggris di Muhdela,” tuturnya.