Ratusan Siswa Kay’s Studio Konser di TBY

Siswi sanggar tari Kays Studio mengikuti konser tari bertajuk Malin Kundang Story di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis (30/5/2019) malam. - Ist
02 Juni 2019 01:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Ratusan siswa dan siswi sanggar tari Kay’s Studio mengikuti konser tari bertajuk Malin Kundang Story di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis (30/5/2019) malam. Selain menyalurkan potensi dan bakat yang dimiliki, konser tersebut bertujuan melatih kepercayaan diri para siswa.

Pemilik Kay’s Studio, Vivi Nirmala mengatakan gelaran diikuti oleh para siswa dan disaksikan oleh keluarga mereka. Selain menampilkan hip hop, balet, dan tarian kontemporer, para siswa juga menyajikan nyanyian dan baca puisi. Meski setiap tahun digelar, namun show yang dilaksanakan di TBY merupakan yang pertama.

"Show tahun ini kami gelar yang keempat kalinya untuk tahun ini. Ini juga digelar untuk memperingati HUT Kay's Studio yang digelar setiap Mei," katanya kepada Harian Jogja di sela-sela kegiatan, Kamis malam.

Dia mengatakan, total siswa di sanggar tari tersebut sekitar 230 anak namun yang mengikuti konser hanya sekitar 200 anak. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan kelasnya masing-masing. "Kegiatan ini untuk melatih kepercayaan diri para siswa. Bagaimana mereka siap untuk selalu tampil di depan penonton. Mereka bisa bangga kepada dirinya sendiri," ujarnya.

Gelaran yang sama biasanya dilakukan di hotel dan mal dengan lighting terbatas. Kondisinya, kata Vivi, sangat berbeda saat mereka tampil di TBY dengan penerangan layaknya konser sesungguhnya. "Kesannya, wow, wow, tidak bisa dibayangkan. Biasanya anak-anak kalau show masih lihat-lihat orang tuanya, saat di TBY dengan lighting yang ada mereka tidak bisa melihat orang tuanya di mana. Ini pengalaman baru bagi anak-anak," katanya.

Kay’s Studio lanjut Vivi, menjadi wadah untuk mengasah potensi anak-anak. Di sanggar ini, anak-anak bisa dilatih mulai usia 2,8 tahun ke atas hingga usia dewasa. Studio ini dilengkapi dengan beragam fasilitas dan pengajar yang kompeten di bidangnya. Mulai kelas balet, modern dance, latin dance, higga tamborin. Masing-masing kelas terdiri dari tiga level, yakni level basic, intermediate dan expert.

"Ke depan kami juga akan menggelar konser yang sama di TBY. Sebab banyak orang tua yang terkesan dengan show malam ini [Kamis malam]. Kalau tema tahun ini Malin Kundang, tahun depan akan ada tema berbeda," kata Vivi.

Kepala TBY Jogja, Diah Tutuko menjelaskan beragam kegiatan yang ada di TBY dan melibatkan berbagai komunitas bertujuan mendukung penguatan visi TBY sebagai The Window of Yogyakarta baik di tingkat nasional maupun internasional. "TBY bisa menjadi wadah semua kelompok untuk melahirkan karya yang berkualitas. Keberagaman kelompok bisa memperkaya khazanah dunia seni di DIY dan Indonesia," katanya.