Lomba Vlog Sleman Smart Regency Tahun Ini Resmi Ditutup

Kepala Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro (tengah) berfoto bersama dengan para juara Lomba Vlog 2019 di Lantai III Sleman Smart Room, Jumat (31/5/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
02 Juni 2019 18:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sleman resmi menutup Lomba Vlog 2019. Lomba vlog yang tahun ini mengambil tema utama Sleman Smart Regency dan enam tema pilihan lainnya yakni Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment tersebut total diikuti oleh 28 peserta.

Kepala Diskominfo Sleman Eka Suryo Prihantoro mengatakan penyelenggaraan Lomba Vlog 2019 merupakan gelaran yang kedua. "Tahun lalu kami juga mengadakan lomba vlog. Dalam lomba vlog tahun ini, kami memberikan batas waktu penyerahan karya selama dua pekan saat Ramadan. Lomba ini juga bertepatan dengan hari jadi dengan Sleman," kata Eka kepada Harian Jogja, Jumat (31/5).

Eka mengatakan lomba vlog ini selaras dengan visi Bupati Sleman Sri Purnomo yaitu dalam rangka mendorong Sleman Smart Regency yang ditargetkan tercapai pada 2021. Lomba itu, kata dia, juga merupakan salah satu upaya untuk mendorong aspek smart city karena di dalamnya terdapat unsur smart branding.

"Salah satu masalah yang ada di Sleman itu berkaitan dengan branding. Kami punya potensi besar, namun penjenamaannnya kurang. Bahkan, masih banyak yang tidak tahu kalau Sleman adalah bagian dari DIY," ucap dia.

Eka mengatakan lomba serupa bakal ia gelar kembali tahun depan. Karena itu, dia berharap peserta yang tidak terpilih jadi juara, nantinya bisa ikut kembali. "Saya juga berharap hadiahnya bisa lebih besar lagi. Kalau kerja sama dengan swasta dimungkinkan juga harus dilakukan," kata Eka.

Susilo Dwi Murwanto, salah satu juri dari lomba vlog tahun ini, mengatakan salah satu titik berat dalam penilaiannya sendiri adalah tema yang diambil adalah Sleman Smart Regency. "Di samping eksekusi yang kuat dan karyanya juga harus secara jelas dan kuat dalam menginformasikan tema yang diambil yakni Sleman Smart Regency," kata Susilo.

Susilo mengatakan teknik dalam pengambilan vlog juga harus bagus karena itu juga salah satu aspek yang akan mempengaruhi keputusan juri dalam memilih juara vlog. "Salah satu gaya vlog yang khas juga jangan tinggalkan, karena gaya vlog sendiri berbeda dengan style reportase yang ada di televisi. Style vlog harus muncul, karena kami konsepnya memang vlog," kata pria yang aktif di komunitas Sleman Creative Community tersebut.

Susilo juga menyinggung soal ruangan bertajuk Sleman Smart Room yang dimiliki oleh Diskominfo Sleman. "Ini bisa menjadi inspirasi bagi para vlogger karena ruangan ini baru dan belum dimiliki oleh wilayah atau kabupaten lain," katanya.

Juri lainnya, Ignatius Dony Iswantoro, mengatakan jika menjadi seorang vlogger pastinya akan dihadapkan oleh berbagai tantangan. Selain persoalan teknis, kondisi alam juga menjadi persoalan yang harus diperhatikan oleh vlogger. "Ada video yang bagus tapi syaratnya tidak terpenuhi. Syarat dan ketentuan harus dibaca dengan baik," ujarnya.

Ailsa Raudhatul Riaqiani, 19, pemenang pertama Lomba Vlog 2019 mengatakan jika pengambilan gambar ia lakukan selama dua hari. "Ketika main ke Candi Sambisari akhirnya kami putuskan untuk membuat vlog. Hampir Maghrib juga dan take lagi di hari kedua dan sudah mendekati deadline juga padahal," ujar dia.