Hari Keenam, Pesawat Cassa TNI AL Cari 4 Korban Putri Yasmin
Hari keenam pencarian KMP Putri Yasmin, Tim SAR mengerahkan pesawat Cassa TNI AL untuk mencari empat korban yang belum ditemukan.
Pengunjung menikmati suasana Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (25/12/2018)./ANTARA FOTO-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JAKARTA--Wisatawan di pantai selatan DIY diimbau mewaspadai gelombang tinggi.
Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Mlati Jogja Etik Setiyaningrum mengatakan berdasarkan prakiraan pada Jumat (7/6/2019), tinggi gelombang Laut Selatan mencapai 2-3 meter.
"Kalau di atas 2,5 meter termasuk kategori cukup tinggi. Kami mengimbau wisatawan yang mau mandi untuk berhati-hati serta memperhatikan peringatan pengawas pantai," tegasnya seperti dilansir Antara, Sabtu (8/6).
Berdasarkan prakiraan saat ini, gelombang perairan selatan DI Yogyakarta memiliki pergerakan dari tenggara menuju barat laut.
Etik melanjutkan secara umum, provinsi itu telah memasuki musim kemarau. Dengan demikian, curah hujan sudah memasuki kategori rendah antara 0-20 mm selama Juni 2019.
Adapun puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli-Agustus 2019, dengan curah hujan antara 0-10 mm.
"DI Yogyakarta sudah akan masuk semua ke dalam awal musim kemarau. Kemarau ini secara periodik akan menguat setiap bulannya," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Bisnis.com
Hari keenam pencarian KMP Putri Yasmin, Tim SAR mengerahkan pesawat Cassa TNI AL untuk mencari empat korban yang belum ditemukan.
Citilink membuka lima rute dari Bandung ke Medan, Bali, Surabaya, Palembang, dan Balikpapan. Simak jadwal dan kisaran tiketnya.
Atlet Sleman pernah tak tercover BPJS saat Porda 2025. Kini iuran dipangkas dari Rp18.000 menjadi Rp8.500 untuk memperluas perlindungan.
RSUD Wonosari menggelar Forum Komunikasi Publik bertajuk Nyawiji Roso Nhupadi Waras Bareng, Selasa (18/8/2026), dengan tujuan untuk perbaikan kualitas pelayanan
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Gempa Nias Selatan M6,1 dipicu aktivitas subduksi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada gempa susulan.