Jelang Seleksi CPNS. BKPPD Gunungkidul Data Alokasi Formasi

Bupati Gunungkidul, Badingah menyerahkan SK kepada CPNS yang dinyatakan telah lolos seleksi, Selasa (12/2/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
12 Juni 2019 21:10 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul mendata alokasi formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang rencananya dibuka awal Oktober 2019. Rencana penerimaan pegawai ini sesuai dengan instruksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang menggelar rekrutmen CPNS dengan total alokasi keseluruhan 254.173 orang.

Pada pendaftaran CPNS kali ini paling banyak adalah formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 145.424 dan CPNS sebanyak 62.234 formasi untuk pemerintah daerah. Sedangkan jumlah alokasi untuk Pemerintah Pusat yakni 23.212 untuk PPPK dan 23.213 formasi untuk CPNS.

Kepala Bidang Formasi Pengembangan dan Data Pegawai BKPPD Gunungkidul, Reni Linawati, mengatakan penyusunan alokasi formasi masih terus dihitung. Menurut Reni jajarannya menerima surat dari Kemenpan RB terkait dengan perekrutan CPNS 2019 di mana sektor yang paling dibutuhkan ialah tenaga pendidikan dan kesehatan. "Sesuai surat dari Kemenpan-RB ketentuannya seperti itu dan ada formasi di luar itu," ucapnya kepada Harian Jogja, Rabu (12/6/2019). Dia juga membenarkan porsi alokasi PPPK lebih besar daripada CPNS. "Alokasinya 70 persen untuk PPPK dan 30 persen untuk CPNS," katanya.

Menurutnya, penentuan jumlah alokasi tersebut tidak lepas dari ketersediaan anggaran di tiap daerah. Jumlah alokasi yang diusulkan oleh setiap daerah nantinya dilakukan penyortiran oleh Kemenpan RB. "Selain itu Pemerintah Pusat juga meminta rekomendasi dari instansi pembinanya seperti Kemendikbud yang membidangi pendidikan," katanya.

Disinggung soal kelanjutan nasib guru PPPK yang telah dinyatakan lolos seleksi pada April 2019, Reni menjelaskan jajarannya masih menunggu jabatan fungsional apa yang saja bisa diisi oleh PPPK sambil menunggu Peraturan Presiden (Perpres).

Ketua Forum Honorer K2 Gunungkidul, Didik Joko Santoso, mengungkapkan rekrutmen PPPK tahun ini diikuti oleh sembilan orang yang belum lolos seleksi PPPK pada April lalu. "Total ada 26 orang yang ikut, dan 17 orang sudah lolos," ujarnya.

Didik mengatakan tidak ada anggota K2 yang mengikuti tes kedua pada tahun ini lantaran guru lainnya belum mendapatkan gelar sarjana. Meski begitu, sampai saat ini sejumlah guru honorer yang lolos seleksi masih menunggu kejelasan status. "Kami lolos berdasarkan passing grade tapi kami masih menunggu kelanjutannya bagaimana," katanya.

Saat ini jumlah PNS aktif di Gunungkidul sebanyak 8.353 pegawai dari berbagai tingkat golongan serta jabatan. Diperkirakan terdapat 300 sampai 400 PNS yang pensiun setiap tahunnya.