Ribuan Ikan Mati karena Faktor Alam, Petambak di Kulonprogo Tidak Kapok

Anggota Kelompok Budidaya Bandeng Jaya dan sebuah ekskavator sedang melakukan proses penimbunan bangkai ikan di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Rabu (12/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
12 Juni 2019 23:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Ketua Kelompok Bandeng Jaya di Kulonprogo, Supoyo mengatakan kerugian materi yang diderita akibat kematian ribuan ikan di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur mencapai Rp20 juta lebih. 

Adapun total berat ikan yang mati berkisar 2 ton. Meski begitu ia tidak menyalahkan aktivitas tambak yang membuang limbah ke laguna hingga mengakibatkan ribuan ikan milik kelompoknya mati. 

Menurutnya kematian ikan ini lebih dikarenakan faktor alam. Saat musim kemarau, volume air di laguna seluas dua hektar itu menyusut. Ditambah, suhu air menjadi panas, sehingga ikan dipastikan mati. 

"Jadi saya luruskan, masalah ikan mati bukan karena tambak. Kemudian tidak ada konflik antara tambak udang dan kelompok bandeng. Warga Trisik juga tidak ada yang dirugikan. Apalagi tiap tahun peristiwa ini memang selalu terjadi," kata dia, Rabu (12/6/2019). 

Dibandingkan tahun ini, lanjutnya, jumlah kematian ikan jauh lebih banyak pada 2018 lalu. Total berat ikan yang mati pada tahun itu mencapai 3 ton. 

Dia juga memastikan jika tidak seluruh ikan mati. Kematian hanya terjadi pada ikan dewasa. Sementara untuk anak-anak ikan masih hidup dan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan akan tumbuh besar untuk kemudian dipanen. 

Terkait penghentian aktivitas pembuangan limbah tambak, pria yang juga didapuk sebagai Ketua Kelompok Tambak Udang Fanami Trisik Jaya, notabene tambak yang mencemari laguna itu, menyatakan akan beraktivitas seperti biasa. Dengan kata lain, limbah bakal tetap dibuang ke laguna, setidaknya hingga ada solusi konkrit dari pemerintah. 

"Hingga sekarang, pengolahan limbah ini belum ada solusi yang jelas. Memang ada penyuluhan, hanya saja penyuluhan itu mengarahkan limbah dibuang ke muara, bukan di laguna, tapi sementara ini kami tetap buang limbah ke laguna," katanya. 

Menurutnya limbah tambak udang justru bermanfaat bagi ikan di laguna. Sebab sisa pakan udang yang ikut terbuang akan menjadi santapan ikan. "Ikan jadi cepet besar dan Itu tidak dipermasalahkan masyarakat," ucap Supoyo.