BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Anggota Kelompok Budi Daya Bandeng Jaya dan sebuah ekskavator sedang menimbun bangkai ikan di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Rabu (12/6/2019)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DP2KP) Bantul tahun ini menargetkan dapat menggenjot angka produksi ikan budi daya hingga mencapai 12.312 ton. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target di antaranya melalui pendampingan, penyuluhan, hingga bantuan benih dan pakan ikan.
Kasi Pengembangan Usaha Kelembagaan Perikanan, DP2KP Bantul Yuliantara mengatakan produksi ikan budi daya tiap tahun ada kenaikan, namun angka kenaikannya masih di bawah lima persen. Tahun produksi ikan budi daya mampu mencapai 12.291 ton, yang disominasi ikan lele, kemudian disusul nila dan gurami.
Saat ini pendampingan pada kelompok pembudidaya intens dilakukan melalui penyuluh perikanan yang ada di tiap kecamatan. Selain itu pelaihan juga rutin dilakukan bagi pemula maupun kelompok pembudidaya yang sudah lama. Ada sekolah lapangan yang diikuti beberapa kelompok yang akan didampingi dari awal memulai memebudidayakan ikan hingga panen pertama.
Selain itu, sebanyak 46 kelompok pembudi daya ikan juga mendapat bantuan berupa benih, pakan, hingga terpal untuk kolam dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memberikan bantuan benih nilai dan indukan untuk enam kelompok di Bantul. Sementara total pembudi daya ikan yang tercatat di Bantul ada sekitar 5.100 orang
“Semuanya dalam rangka menggenjot produksi ikan budi daya. Karena prooduksi ikan budi daya di Bantul masih belum mencukupi untuk konsumsi di Bantul. Sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah. Mungkin masih dibawah 50 persen ikan budi daya yang beredar di Bantul yang dipasok langsung dari pemudi daya lokal,” kata Yuliantara, saat ditemui di DP2KP Bantul, Jumat (14/6/2019).
Sementara target produksi ikan tangkapan laut tahun jauh lebih sedikit, hanya sekitar 792 ton. Sementara selama tahun lalu produksi ikan tangkapan mencapai 768 ton. Yuliantara mengatakan setiap tahun produksi ikan tangkapan di Bantul memangs sedikit karena memang Bantul bukan wilayah produksi ikan laut.
Ia mengatakan ada sekitar 765 nelayan di Bantul, namun hampir semuanya melakukan penangkapan ikan secara sederhana berangkat pagi hari dan pulang malam atau sebaliknya. Sebab, nelayan Bantul hanya memanfaatkan perahut dengan motor tempel. Selain itu Bantul tidak memiliki pelabuhan sehingga yang memiliki kapal besar harus diparkir di Pantai Sadeng Gunungkidul. “Ada 12 kapal besar yang dimiliki nelayan Bantul di Sadeng. Angka produksi ikannya masuk catatan Sadeng,” kata Yuliantara.
Salah satu staf ahli budi daya ikan di DP2KP Bantul, Donnu Muhammad mengatakan produksi ikan budi daya dari Bantul masih belum bisa memenuhi permintaan pasar di Bantul bahkan tisak sampai 50%. Demikin ikan tangkapan juga hampir 70% masih didatangkan daeri daerah luar seperti Semarang dan Cilacap. Dengan demikian peluang untuk pembudi daya ikan di Bantul masih cukup besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI