Hak Eks Karyawan RSGM Belum Cair, Pemkab Bantul Minta Ada Kepastian
Pemkab Bantul mendesak manajemen RSGM segera membayar tunggakan gaji dan pesangon eks pekerja. Bupati juga meminta adanya timeline pembayaran yang jelas.
Wisata Pantai Parangtritis, Bantul - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul meminta seluruh pelaku usaha pariwisata mencantumkan tarif dan harga layanan secara transparan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 guna mencegah praktik harga nuthuk yang merugikan wisatawan.
Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/100.3.4/02516 tentang penyelenggaraan kegiatan pariwisata saat Nataru 2025 yang telah disosialisasikan kepada pelaku wisata.
Selain mencantumkan harga, Dispar Bantul juga membuka kanal pengaduan bagi wisatawan yang merasa dirugikan. Laporan dapat disampaikan melalui media sosial resmi Jelajah Bantul maupun surat elektronik Dispar Bantul.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Bantul, Endri Astuti mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor B/100.3.4/02516 tentang penyelenggaraan kegiatan pariwisata saat Nataru 2025. SE tersebut telah disebarkan kepada para pelaku wisata di Bantul.
“Kami meminta pelaku wisata mencantumkan ketentuan yang jelas, termasuk tarif dan harga produk maupun layanan usaha jasa pariwisata selama libur Nataru,” kata Endri, Sabtu (13/12/2025).
Endri menegaskan, Dispar juga membuka kanal pengaduan bagi wisatawan yang merasa dirugikan. Wisatawan dapat melaporkan melalui media sosial Instagram dan X di akun @jelajahbantul.id, Facebook Telisik Bantul, atau melalui email [email protected].
“Jika wisatawan mengalami kondisi yang tidak menyenangkan, silakan langsung melapor ke kanal media kami,” ujarnya.
Selain itu, wisatawan diimbau selalu meminta bukti pembayaran, baik di tempat pemungutan retribusi (TPR) maupun kepada pengelola destinasi dan pelaku usaha jasa pariwisata. Dispar juga menyiagakan petugas di lapangan untuk membantu jika terjadi kendala.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan intensitas kunjungan wisata ke Bantul dipastikan meningkat menjelang Nataru, terutama ke kawasan pantai. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
“Saya menyerukan kepada seluruh warga Bantul agar Nataru ini dijalankan dengan cara yang baik, yang dapat menjamin keamanan dan kenyamanan, khususnya bagi wisatawan,” ujar Halim.
Halim juga mengimbau agar tidak ada perayaan berlebihan selama libur Nataru, mengingat masih banyak wilayah di Indonesia yang tengah dilanda bencana alam.
“Di tengah suasana duka nasional, saya minta tidak ada pesta-pesta berlebihan. Lakukan kegiatan positif dan hindari tindakan yang merugikan, seperti menyalakan petasan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mendesak manajemen RSGM segera membayar tunggakan gaji dan pesangon eks pekerja. Bupati juga meminta adanya timeline pembayaran yang jelas.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.