Ini Dia Cincin Unik Terbuat dari Tempurung Kelapa..

Cincin yang berasal dari batok kelapa buatan pemuda Bantul yang sudah dipasarkan melalui media online. Harian Jogja - Kiki Luqmanul Hakim (ST16).
19 Juni 2019 17:07 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Pemuda asal Sompok, Sriharjo, Imogiri Kabupaten Bantul, Hendi Hermawan berhasil membuat cincin yang bahan-bahannya berasal dari batok kelapa atau bisa disebut dengan tempurung kelapa.

Selain dari batok kelapa Hendi yang masih merampungkan pendidikannya di Universita Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) itu mengkombinasikan dengan bambu dan juga limbah kartu perdana serta tutup galon bekas.

Ia mengaku awalnya hanya iseng ketika melihat rongsokan yang memiliki permukaan flat dengan cincin batok. “Ya awalnya waktu SMA dulu [2018] cuma iseng gabungi rongsokan yang permukaannya flat terus saya gabung dengan cincin batok, nah dari situ saya mulai belajar membuat cincin yang lebih bagus lagi,” katanya ketika ditemui Harian Jogja pada Selasa (18/6/2019).

Setelah itu Hendi mengaku lebih giat membuat cincin baru dari bahan-bahan tersebut hanya untuk barang koleksi pribadi. Namun pada 2018 lalu beberapa teman Hendi mengatakan cincin buatan tangan sangat bagus dan mereka ingin membeli cincin tersebut.

“Setelah mahir membuat saya lebih giat buat cincin untuk koleksi pribadi, namun ada beberapa teman yang mengatakan bahwa cincin ini sangat bagus dan mereka ingin membelinya, setelah itu saya beranikan diri untuk memasarkan cincin-cincin tersebut,” terang Hendi.

Sejak itu juga cincin buatan Idneh Craft yang diambil dari kebalikan nama Hendi dipasarkan media online. Cincin buatan pemuda bantul itu mampu mendatangkan omset sebanyak Rp800.000 hingga Rp.1,5 juta perbulan.

Sedangkan untuk harga cincin Idneh Craft sendiri dipatok dengan harga Rp15000 hingga Rp50.000, tergantung dengan tingkat kesulitan pembuatan cincin. Untuk membuat satu buat cincin hanya membutuhkan waktu sebanyak 1,5 jam. Menurutnya yang paling penting dalam pembuatan cincin tersebut adalah ketelitian dan ketekunan unutk melihat semua detail cincin yang akan dibuat.

“Cara buatnya itu sebenarnya mudah jika kita tekun sama teliti memperhatikan setiap detail bentuk cincinnya. Pertama-pertama batoknya dipotong lalu dibor dengan bentuk lingkaran sesuai ukuran jari manusia. Kalau ingin batoknya berwarna hitam ya harus direbus dulu pake oli,” jelasnya.

“Setelah itu batok tersebut diamplas agar lebih terlihat rata, jika ingin dikombinasi dengan barang bekas tinggal ditumpuk. Sebelum ditumpuk barang bekas tersebut juga diamplas agar lebih halus dan rapi, lalu langkah terakhir digerenda hingga cincin tampak halus,” lanjutnya.

Untuk satu kartu perdana berukuran jumbo, Idneh Craft mampu membuat delapan lapisan cincin. Menurutnya sejauh ini cincin-cincin buatannya kebanyakan laku melalui penjualan online dan juga pemesanan.

 

Dalam waktu dekat Hendi menargetkan sepekan mampu membuat tiga hingga empat pasang cincin untuk dijual. “Semoga target tersebut bisa tercapai, soalnya saya masih kuliah dan untuk pembuatan cincin sendiri saya lakukan di malam hari dengan dibantu teman saya, dan untuk pemasarannya juga dibantu oleh teman satunya lagi,” kata Hendi.