Waspadai Gelombang Tinggi Hingga Sepekan ke Depan

Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan Spanduk berisi imbauan agar tidak berenang di laut terpasang di pemecah ombak Pantai Glagah, Kulonprogo, Sabtu (15/6/2019), menyusul tingginya gelombang Pantai Selatan beberapa waktu terakhir. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
01 Juli 2019 00:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Gelombang di laut di selatan Jawa diperkirakan masih tinggi hingga sepekan ke depan. SAR Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo masih berjaga dan menempatkan personelnya sebagai langkah antisipasi adanya kecelakaan laut.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa, menjelaskan tingginya gelombang laut di perairan selatan Jawa terjadi setiap tahun saat memasuki musim kemarau. Angin kencang dari arah Samudera Hindia mengarah ke pantai selatan dan membentuk gelombang laut yang tinggi. Tinggi gelombang bahkan mencapai lima meter. "Hari ini [Minggu, 30/6/2019] ketinggian gelombang berkisar 3,5 meter sampai empat meter," ujar Sigit saat ditemui Harian Jogja, Minggu.

Berdasar prediksi, gelombang laut akan tinggi setidaknya sampai pekan depan. "Kira-kira sampai 6 Juli baru mulai mereda, meski demikian kami terus memantau," katanya.

Berdasarkan perkiraan BMKG Staklim Yogyakarta, pada Senin (1/7/2019) dan Selasa (2/7/2019) tinggi gelombang menurun berkisar pada 3,5 meter sampai empat meter dan pada Rabu (3/7/2019) gelombang meninggi lagi mencapai lima meter.

"Kami imbau agar nelayan tidak melaut dulu, wisatawan tidak mandi di laut dan bibir pantai. Tetap waspadai gelombang pasang dan memperhatikan arahan dari petugas SAR setempat," tutur Sigit.

Dengan masih tingginya gelombang tersebut Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo masih berjaga-jaga di sekitaran pesisir Kulonprogo agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Saat ini libur anak sekolah, jadi banyak pengunjung pantai, kami masih terus berjaga-jaga," ujar Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko

Tim SAR juga menempatkan personel di titik-titik keramaian pantai dan memasang garis polisi di beberapa titik kerawanan. Sebelumnya, selama libur Lebaran lalu sudah ada sembilan korban yang terseret ombak karena gelombang tinggi. Tidak hanya korban yang terseret ombak, rumah warga, kolam renang wisata, sebuah warung dan tempat penangkaran penyu di Pantai Trisik rusak tersapu ombak. "Kami informasikan melalui media sosial dan informasikan pada masyarakat pesisir terkait gelombang tinggi ini. Pengunjung pantai diberikan arahan agar tidak mandi dan mendekati bibir pantai," kata Aris.