Kemarau Datang Lebih Awal, 1.900 Hektare Sawah Terancam Puso

Sarjono, seorang petani di Dusun Ngrahu, Desa Sumberejo, Semin memotong tanaman padi yang mengering untuk dijadikan pakan ternak. Senin (1/7/2019) - Harian Jogja/David Kurniawan
03 Juli 2019 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian (Distan) DIY mencatat ada sekitar 1.900 hektare lahan pertanian padi di DIY terdampak kekeringan. Hingga kini, Distan masih menghitung jumlah kerugian akibat bencana kekeringan itu.

Kepala Distan DIY Sasongko mengatakan ada sekitar 1.900 hektare lahan pertanian padi yang terancam puso. Paling banyak lokasinya terjadi di wilayah Gunungkidul, khususnya wilayah Gedangsari. "Beberapa kecamatan lainnya di Gunungkidul juga terdampak. Ini dikarenakan wilayah Gunungkidul daerah kering, bukan tanah sawah. Kalau tanah sawah tidak ada masalah," katanya, Rabu (3/7/2019).

Menurutnya tidak semua pertanian di Gunungkidul puso. Pertanian padi yang mengalami puso, kata dia, terjadi karena petani menanam padi setelah April.

Petani yang menanam sebelum April kondisinya dinilai bagus saat panen. "Kalau ada yang nggak bagus. Yang tanam setelah April, saat dipanen ada yang tinggal sedikit. Ada juga jeraminya dibuat pakan ternak," kata Sasongko.

Dia mengatakan terjadinya puso lantaran musim kemarau datang lebih awal. Jika tahun-tahun sebelumnya Oktober mulai hujan, tahun ini terjadi pasa Desember. "Kemaraunya juga datang lebih cepat, April sudah kemarau. Kami masih belum bisa memprediksi apakah kemarau ini memengaruhi target [panen padi]. Kami masih lihat apakah Oktober nanti sudah bisa tanam lagi," kata dia.

Hanya sampai saat ini Distan belum bisa menghitung jumlah kerugian akibat puso tersebut. Sasongko berdalih lantaran jerami dari hasil pertanian masih bisa dimanfaatkan oleh petani. "Kami belum hitung [kerugian]. Ya itu, jeraminya masih dimanfaatkan oleh petani. Bahkan ada petani yang nekat tanam agar jeraminya untuk pakan ternak," kata Sasongko.

Untuk mengantisipasi agar produksi padi tidak turun tahun ini, Distan akan mengoptimalkan lahan yang masih bisa ditanami padi. Mulai dari Sleman, Kulonprogo hingga Bantul. "Sawah yang ada airnya kami pacu untuk ditanami agar produksi [padi] tidak turun," katanya.

Distan, kata dia, sudah berkomunikasi dengan masing-masing Pemkab untuk membantu para petani. Untuk Gunungkidul misalnya, Distan membantu petani dengan benih sebanyak lima ton. Selain itu, petani juga mendapatkan bantuan berupa pompa dan mesin tleser agar dimanfaatkan saat musim tanam berikutnya.