PPDB SMP, Masih Ada Orangtua Kebingungan

Antrean wali murid calon siswa baru dalam pelaksanaan PPDB di SMP N 2 Wates, Kecamatan Wates, Kulonprogo, Senin (1/7/2019). - Harian Jogja/ Jalu Rahman Dewantara.
03 Juli 2019 08:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah orangtua mengeluhkan sistem pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP di Kulonprogo.

Salah satu wali murid, Triwartini, 53, mengatakan belum menemui kendala berarti saat mendaftarkan anaknya ke SMP N 2 Wates. Hanya saja, warga Desa Triharjo ini mengeluhkan sulitnya sistem online dalam PPDB tahun ini. "Kesulitannya di online saja sih, karena tidak terbiasa, jadinya saya sampai harus dibantu saudara," ujarnya, Senin (1/7/2019).

Wali murid lainnya, Setyo, 22, yang mendaftarkan adiknya ke SMP N 1 Lendah, Kecamatan Lendah, berpendapat, informasi terkait tata cara PPDB tahun ini belum tersampaikan secara di masyarakat. Sebab, dia masih melihat banyak wali murid yang kebingungan, terutama soal sistematika pendaftaran.

"Menurutku belum maksimal, masih banyak orang tua calon peserta didik yang belum paham sama sistematika pendaftarannya, jadi banyak yang bingung misal syarat-syaratnya gimana," kata dia.

Selain itu, menurutnya, sekolah yang menjadi jujugan calon siswa untuk mendaftar kurang optimal dalam memberi pelayanan. Dia mencontohkan, di SMP N 1 Lendah, jumlah petugas layanan dan fasilitas printer untuk mencetak berkas verifikasi pendaftaran dirasa kurang. Akibatnya wali murid harus mengantre cukup lama.

"Di sini ada tiga guru yang melayani loket 1 pencetakan verifikasi pendaftaran, itu harus petugas guru dari sekolahan itu, yang mengisi sebenarnya kurang sih, misal tambah dua lagi pasti lebih cepat, mungkin karena keterbatasan printer, jadi cuma tiga saja, antrenya sampai tumpah-tumpah,"ucapnya.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo sebenarnya sudah mematangkan persiapan PPDB SMP sebelum lebaran tahun ini. Salah satunya dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) yang diikuti panitia dari seluruh SMP pelaksana.

Kabid Pembinaan SMP, Disdikpora Kulonprogo, Jujur Santoso mengatakan bimtek tersebut diselenggarakan selama dua hari. Selain itu, sosialisasi sistem zonasi juga sudah diberikan kepada tiap sekolah. "Pihak sekolah yang akan sosialisasikan lagi ke masyarakat," ungkap Jujur.

PPDB SMP di Kulonprogo diikuti 36 sekolah. Seluruh sekolah ini dibagi menjadi 35 zonasi. Ada dua SMP yang digabung menjadi satu zonasi yaitu SMPN 1 Wates dan SMPN 4 Wates karena lokasinya yang berdekatan.