Gunungkidul Siapkan Listrik Tenaga Surya, Antisipasi Mati Lampu
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Ilustrasi./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul akan mengebut pemberian vaksin antraks di wilayah endemik antraks. Hal ini dilakukan agar hewan-hewan ini aman untuk kurban pada saat pelaksanaan Hari Raya Iduladha.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan vaksinasi terhadap ternak. Total hingga saat ini, ternak warga yang diberikan vaksin sebanyak 633 ekor sapi dan kambing 1.423 ekor.
Pemberian vaksin terbagi dalam dua zona. Untuk zona merah meliputi Dusun Grogol 1,II,III,IV,V di Desa Bejiharjo, Karangmojo, hingga wilayah Wonosari yang berbatasan Grogol IV, yakni Dusun Tawarsari di Desa Wonosari dan Dusun Kajar III di Desa Karangtengah. Sedangkan untuk zona kuning meliputi Dusun Grogol II, Gunungsari, Banyubening I, Banyubening II, Kulwo di Desa Bejiharjo. Kedung I, Kedung II, Desa Karang Tengah, Budegan I, Budegan II, Desa Piyamam dan Selang II, Desa Selang.
Dia menjelaskan, pemberian vaksin untuk pencegahan antraks agar tidak meluas. Recananya vaksin akan diberikan secara berkala selama sepuluh tahun. Setiap tahunnya, hewan ternak ini akan diberikan vaksin sebanyak dua kali.
Untuk tahap awal, kata Bambang, pihaknya menargetkan pemberian vaksin selesai sebelum Hari Raya Kurban. Ia pun memastikan, setelah ternak diberikan vaksin maka boleh diperjualbelikan. “Kami tahu karena ini mendekati Iduladha jadi pemberian vaksin akan kita kebut sehinga ternak bisa keluar dari wilayah terpapar antraks,” katanya.
Bambang mengatakan, pemberian vaksin ini menimbulkan beberapa resiko diantaranya sampai mati. Oleh karenanya, sebelum vaksin dilakukan sosialisasi kepada masarakat terkait dengan risiko pascavaksin. Selain itu, hewan ternak yang akan divaksin juga diberikan suntikan anti biotic agar kondisinya benar-benar sehat. “Kalau ternak sakit divaksin, maka risikonya bisa mati. Jadi, sebelumnya sudah dilakukan penyutikan anti biotic sehingga pada saat divaksin, ternak dalam kondisi sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Kelurahan Kadipaten mendorong pemanfaatan pekarangan pangan melalui pelatihan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menambah penghasilan warga.
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 1 Juli 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan rute langsung dari Malioboro ke Pantai Parangtritis.
Branding UMKM dinilai menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di era digital.
Update harga iPhone Juli 2026 menunjukkan seri 16e turun tajam, sementara iPhone 17 Pro Max justru mengalami kenaikan harga.