Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Ilustrasi./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul akan mengebut pemberian vaksin antraks di wilayah endemik antraks. Hal ini dilakukan agar hewan-hewan ini aman untuk kurban pada saat pelaksanaan Hari Raya Iduladha.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan vaksinasi terhadap ternak. Total hingga saat ini, ternak warga yang diberikan vaksin sebanyak 633 ekor sapi dan kambing 1.423 ekor.
Pemberian vaksin terbagi dalam dua zona. Untuk zona merah meliputi Dusun Grogol 1,II,III,IV,V di Desa Bejiharjo, Karangmojo, hingga wilayah Wonosari yang berbatasan Grogol IV, yakni Dusun Tawarsari di Desa Wonosari dan Dusun Kajar III di Desa Karangtengah. Sedangkan untuk zona kuning meliputi Dusun Grogol II, Gunungsari, Banyubening I, Banyubening II, Kulwo di Desa Bejiharjo. Kedung I, Kedung II, Desa Karang Tengah, Budegan I, Budegan II, Desa Piyamam dan Selang II, Desa Selang.
Dia menjelaskan, pemberian vaksin untuk pencegahan antraks agar tidak meluas. Recananya vaksin akan diberikan secara berkala selama sepuluh tahun. Setiap tahunnya, hewan ternak ini akan diberikan vaksin sebanyak dua kali.
Untuk tahap awal, kata Bambang, pihaknya menargetkan pemberian vaksin selesai sebelum Hari Raya Kurban. Ia pun memastikan, setelah ternak diberikan vaksin maka boleh diperjualbelikan. “Kami tahu karena ini mendekati Iduladha jadi pemberian vaksin akan kita kebut sehinga ternak bisa keluar dari wilayah terpapar antraks,” katanya.
Bambang mengatakan, pemberian vaksin ini menimbulkan beberapa resiko diantaranya sampai mati. Oleh karenanya, sebelum vaksin dilakukan sosialisasi kepada masarakat terkait dengan risiko pascavaksin. Selain itu, hewan ternak yang akan divaksin juga diberikan suntikan anti biotic agar kondisinya benar-benar sehat. “Kalau ternak sakit divaksin, maka risikonya bisa mati. Jadi, sebelumnya sudah dilakukan penyutikan anti biotic sehingga pada saat divaksin, ternak dalam kondisi sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.